Pemkot Jayapura Bantu Putra/i Papua Melalui Dana BOSDA

Share it:
Walikota saat menyerahkan dana BOSDA
kepada salah satu Kepala Sekolah
Jayapura, Dharapos.com
Pemerintah kota dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Jayapura menyerahkan Bantuan Operasional Daerah (BOSDA) khusus bagi putra-putri Papua.

Selain BOSDA, Pemkot juga turut menyerahkan bantuan buku dan alat tulis bagi putra-putri Papua khusus Port Numbay.

Penyerahan dilakukan oleh Walikota DR. Benhur Tommi Mano, MM, Senin (9/11) didampingi Kepala Disdik kota I Wayan Mudiyasa, S.Pd, M.MPd yang juga turut dihadiri sejumah pimpinan SKPD, puluhan kepala sekolah SD, SMP, SMU dan SMK se-kota Jayapura.

Walikota dalam sambutannya mengharapkan dana BOSDA yang sudah di berikan agar dapat di pergunakan dengan baik.

“Saya minta Kepala Dinas Pendidikan agar diprogramkan juga kepada anak-anak amber (non Papua-red) yang lahir di sini karena mereka juga adalah bagian dari anak-anak Port Numbay. Ke depannya harus dibuat kriteria yang jelas, dan anak-anak yang berprestasi wajib di bantu,” harapnya.

Para kepsek juga diminta agar bantuan tersebut di atur dengan baik dan terlebih lagi tidak di berikan kepada orang yang tidak berhak tetapi langsung kepada anak-anak yang telah ditentukan.

“Dan juga saya minta kepada  para guru dan kepala sekolah agar terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di kota Jayapura ini. Para guru dan kepala sekolah bisa bekerja sama dengan baik serta berkoordinasi satu sama lain untuk membangun sekolah serta mutu pendidikan yang lebih baik karena kota Jayapura merupakan barometer pendidikan di Papua, ini pesan saya. Terima kasih kepada seluruh guru  yang ikut membantu saya dalam menjalankan visi misi pendidikan,” kembali pinta Walikota.

Ia juga para tenaga pendidik untuk menyukseskan  Hari Aksara Nasional pada tanggal 12 November 2015.

“Kita di percayakan oleh Menteri Pendidikan untuk melaksanakannya di Papua khususnya di kota Jayapura mewakili Indonesia Timur dan saya juga berupaya Menteri Pendidikan bisa datang ke Jayapura dalam acara nanti sehingga mari kita berikan yang terbaik untuk kota ini,” lanjut Walikota.

Pada kesempatan yang sama, Kadis Pendidikan Kota I Wayan Mudiyasa dalam laporan singkatnya mengatakan jumlah dana yang di sediakan Pemda kota Jayapura dalam hal ini Disdik Kota adalah sebesar Rp 3.488.527.650,-

“Jumlah dana itu akan di berikan langsung kepada putra putri asli Papua yang ada di tingkat SD, SMP, SMU dan SMK,” terangnya.

Dirincikan, jumlah siswa penerima BOSDA sebanyak 30.831 orang dan jumlah siswa penerimaan buku serta alat tulis 1.831 siswa dengan rincian untuk siswa sebanyak SD 15.157 siswa  masing-masing anak menerima sebesar Rp 113.150. Sedangkan Jumlah dana BOSDA untuk SD sebesar Rp 1.715.014.550 ,-

Untuk SMP sebanyak 7.627 siswa  masing-masing mendapat Rp 113.150 dengan jumlah keseluruhan dana  kepada SMP Rp 862.995.050. Sedangkan, untuk SMU jumlah siswa 5.120 siswa dengan masing-masing menerima Rp 113.150 dan jumlah ke selurahan dana untuk SMA Rp 579.328.000.

Sementara untuk SMK jumlah siswa 2.927 masing-masing siswa menerima sebesar Rp 113.150 dan jumlah dana keseluruhan untuk SMK sebesar Rp 331.190.050,-

Walikota saat menyerahkan bantuan buku
tulis kepada salah satu siswa SD
Untuk jumlah sekolah penerima bantuan buku dan alat tulis tingkat SD sebanyak 731 siswa dan masing-masing siswa mendapat  sebesar Rp 100.000,- dengan jumlah dana keseluruhan untuk SD Rp 73.100.000.

Tingkat SMP 450 siswa masing-masing siswa mendapat Rp 100.000,- dan jumlah dana keseluruhan untuk  masing-masing siswa mendapat Rp 45.000.000,-  Sedangkan tingkat SMU sebanyak 325 siswa dan jumlah dana keseluruhan untuk SMU sebesar Rp 32.500.000,-

Sementara untuk SMK jumlah siswa sebanyak 325 siswa dan masing-masing siswa mendapat Rp 100.000 dan jumlah dana keseluruhan untuk SMK sebesar Rp 32.500.000,-

“Capaian program dari siswa penerima BOSDA adalah peningkatan belajar usia sekolah dengan hasil meningkatnya motivasi  siswa dalam belajar sedangkan  capaian program dari siswa penerima buku dan alat tulis adalah peningkatan usaha belajar bersekolah dengan hasil meningkatkan motivasi  siswa dalam belajar,” urainya.

Ditambahkan Kadis, dalam gebrakan yang di buat Pemkot  selama kepemimpinan  Walikota DR. Benhur  Tommi Mano, MM  akan memberangkatkan 64 kepsek dalam kegiatan kemitraan pertukaran kepsek di seluruh Indonesia

“Nanti akan diberangkatkan pada tanggal 20 November dan tanggal 1 Desember sudah dimulai kegiatannya,” tambahnya.

Kadis yang di temui wartawan juga menegaskan sesuai dengan hasil Musrenbang tingkat provinsi yang di adakan di kantor gubernur 4 bulan yang lalu tentang BOSDA kepada putra/putri daerah Papua 2016 akan tetap di alokasikan.

“Tetapi saya akan menindaklanjuti dan semua anak tidak dapat tapi kita akan berikan kepada anak yang berprestasi dan anak yang kurang mampu tetapi memiliki kemapuan untuk belajar itu kami akan terapkan di tahun 2016 nanti. Tetapi dana  BOSDA yang tadi diterima, kami akan berikan kepada semua anak asli Papua,” tegasnya.

Dengan adanya dana  BOSDA ini, di harapkan kepada anak-anak putra/i asli Papua untuk  berlomba-lomba meraih prestasi tinggi.

Kadis mengungkapkan, ada 3 hal yang harus di biayai oleh masyarakat yaitu biaya investasi, biaya operasional dan biaya personal.

“Biaya operasional adalah biaya untuk menunjang proses belajar mengajar siswa. Inilah yang perlu di pahami oleh orang tua siswa yang mendapat dana ini dan juga jangan di salah gunakan orang tua atau anak-anak itu sendiri,” ujarnya.

Dana BOS itu dikelola langsung oleh sekolah antara lain guru-guru, kepsek dan komite sekolah.

“Sedangkan dana BOSDA yang kami berikan ini langsung di kelola oleh anak-anak itu sendiri, itulah perbedaan dana BOS dan BOSDA,” tutup Kadis.

(HAR/VIAN)
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga