Tiga Penjabat Bupati Di Papua Resmi Dilantik

Share it:
Pengambilan sumpah dan janji 3 Penjabat
Bupati dipimpin Gubernur Papua 
Jayapura, Dharapos.com
Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe, S.IP MH secara resmi melantik tiga penjabat Bupati.

Ketiganya masing-masing penjabat Asmat Elisa F. Aury, SE MM menggantikan Yuvensius A Biakai, penjabat Bupati Keerom Doren Wakerkwa, SH menggantikan Yusuf Wally dan penjabat Bupati Waropen, Drs. F X. Mote menggantikan Yesaya Buinei.

Pelantikan dan sumpah janji jabatan ketiga penjabat Bupati ini sesuai Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri RI No. 131.91-5816 tahun 2015 tentang pengangkatan sebagai Penjabat Bupati Asmat- Provinsi Papua.

Kemudian SK Mendagri No,131.91-5813 tahun 2015, setelah menerima saran dan usulan dari Gubernur Papua 131/11640/Z/ tanggal 28 September 2015 perihal usul pengangkatan Penjabat Bupati Keerom dan pengangkatan Penjabat Bupati Waropen,  FX Motte sesuai dengan salinan SK Mendagri RI No.131.91-5819 tahun 2015.

“2015 ada beberapa Bupati yang akan mengakhiri masa jabatan, dan pengusulan pengangkatan akan diisi oleh pejabat yang menduduki jabatan pimpinan tinggi pratama sesuai dengan tugas yang memahamai penyelenggaraan pemerintahan, mengendalikan stabiitas politik dan membuat regulasi perencanaan pembangunan daerah," ungkap Gubernur saat melantik tiga penjabat Bupati bertempat di Sasana Krida Kantor Gubernur Papua, Senin (16/11)

Lebih lanjut, kata Gubernur, masing-masing penjabat bupati akan menjabat maksimal satu tahun terhitung sejak tanggal pelantikan.

“Kalau berjalan normal bisa enam atau tujuh bulan. Jadi silahkan atur waktu sebaik mungkin hingga terpilih Bupati Wakil Bupati definitif, meskipun di dalam SK dibilang paling lambat satu tahun,” ujarnya.

Dijelaskannya, penjabat Bupati miliki tugas untuk melaksanakan Pemerintahan umum, memfasilitasi penyelenggaraan Pemilihan bupati dan wakil bupati pada 9 Desember 2015 lewat Pilkada serentak.

"Jadi saudara disana jangan bikin keonaran karena pelaksanaan Pilkada tinggal beberapa waktu lagi. Tugas kalian hanya untuk memfasilitasi dan mempersiapkan pelantikan bupati dan wakil bupati definitif, itu saja," kata Gubernur.

Disamping itu, tambah dia, penjabat bupati ditunjuk karena tidak memiliki kepentingan lain selain menjalankan pemerintahan, memfasilitasi dan mempersiapkan pelantikan. Jadi dipersilakan para mantan bupati berkoordinasi.

“Para mantan bupati tidak perlu ragu terhadap mereka, tetapi silahkan berkordinasi karena mereka tidak miliki kepentingan apa-apa,” tanya Gubernur.

Ia juga mengingatkan kepada para penjabat bupati untuk tidak melakukan mutasi pegawai, membatalkan perjanjian yang sudah dilakukan pejabat sebelumnya atau mengeluarkan perizinan yang bertentangan dengan yang sudah dikeluarkan, membuat kebijakan soal pemekaran daerah yang bertentangan, dan membuat kebijakan yang bertentangan.

“Itu sudah jelas tertulis dalam pasal 132 ayal 1. Jadi saudara bertiga sudah diatur seperti itu, kecuali sudah mendapat persetujuan dari Mendagri melalui gubernur. Jadi ada kebutuhan mendesak bisa ajukan,” terangnya.

Acara pelantikan tiga penjabat bupati ini selain dihadiri Forkompimda Papua serta hampir seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemprov Papua, juga dihadiri tiga mantan bupati yakni Bupati Asmat Yuvenisius A Biakai, Bupati Keerom Yusuf Wally dan Bupati Yesaya Buinei serta para anggota DPRD dari ketiga kabupaten ini.

Selain itu juga hadir para bupati diantaranya Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak, Penjabat Bupati Nabire Sendius Wonda, Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Bupati Paniai Hengky Kayame, Bupati Pegunungan Bintang Wellington Wenda,  Wakil Bupati Yapen Yeremias.

(Piet)
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga