Pempus Anggarkan 300 M bagi Pembangunan Pasar Youtefa

Share it:
Robert L. Awi, ST, MT
Jayapura, Dharapos.com 
Total anggaran pembangunan pasar Youtefa yang dianggarkan Pemerintah Pusat tahun 2016 sebesar 300 miliar.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Jayapura Robert L. Awi, ST, MT mengungkapkan dalam pertemuan bersama Walikota Jayapura dengan Kementerian Perdagangan RI terkait pembangunan fisik pasar Youtefa, Pemerintah Kota mengusulkan anggaran Rp 235 miliar.

“Setelah dilakukan verifikasi di lapangan maka Pemerintah pusat memutuskan bahwa pembangunan Pasar Youtefa layak dianggarkan sebesar  Rp 221 miliar,” ungkapnya, kepada wartawan, Senin (29/2).

Pempus juga, lanjut Kadis,  akan membantu pembangunan gudang Pemkot Jayapura dan beberapa fasilitasi pelengkap pada pasar tersebut sehingga total anggaran yang dikucurkan sebesar Rp 300 miliar.

“Anggaran akan dikucurkan dalam bentuk multi years tahun 2016 dan 2017,” lanjutnya.

Untuk dana Rp 221 milyar bagi pasar induk Youtefa sudah termasuk di dalamnya pembangunan 2 blok bangunan yaitu pasar ikan dan daging. Kemudian blok mama-mama Papua sehingga total dari keseluruhan kegiatan adalah sekitar Rp 243 miliar.

Proses pembangunan, jelas Kadis, akan disesuaikan dengan mekanisme kegiatan perencanaan dan untuk perencanaan memakan waktu sekitar 2 bulan hingga selesai sehingga diharapkan targetnya sekitar bulan Juli 2016 kegiatan fisik mulai dikerjakan

“Dan untuk tender akan  dilakukan di bulan Juli,” jelasnya.

Dijelaskan pula, untuk kontraktor pelaksana pembangunan pasar Youtefa akan diarahkan kepada BUMN namun belum diketahui  BUMN yang mana yang akan diarahkan karena anggaran pembangunan tersebut cukup besar sehingga bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Makanya dibutuhkan kontraktor yang sangat bonafit khususnya dalam sisi finansial dan teknik konstruksi.

“Hal ini dilakukan karena  Pemkot khususnya Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Jayapura tidak mau pekerjaan ini dilakukan asal-asalan. Terlebih lagi pembangunan pasar ini melalui perjuangan yang susah payah untuk anggaran dan harus dilakukan dengan maksimal,” bebernya.

Sementara untuk konsultan perencana tetap menggunakan konsultan dari kota Jayapura karena ada unsur-unsur kearifan lokal yang ditonjolkan.

Terkait masalah tanah, telah dilaksanakan penimbunan yang kemudian dilanjutkan dengan pengerasan oleh Dinas PU Kota sehingga memudahkan untuk pekerjaan konstruksi fisik di lapangan.

Ditambahkan, untuk pembangunan Pasar Entrop masih menunggu penataan lingkungan karena dari segi pembangunan fisik sudah 100 persen.

“Pada tahun 2016 berdasarkan usulan kami ke Kementerian maka Pemerintah kota mendapatkan bantuan 11 miliar rupiah untuk penataan lahan ruang terbuka hijau dan beberapa bangunan penyangga pelengkap di kawasan pasar Entrop yang perlu harus dilakukan sebagai syarat agar Kementerian Perdagangan dapat menyerahkan aset tersebut kepada Pemerintah kota Jayapura,” tambah Kadis.

Diakuinya, sampai dengan hari ini aset yang terbangun masih atas nama Kementerian Perdagangan RI.

Karena, setelah pembangunan tuntas maka Pemkot harus menyurat lagi Kementerian untuk meminta dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat Kementerian Perdagangan. Usai pemeriksaan, Pemkot harus menyurat lagi untuk hibah dari Kementerian Perdagangan sehingga membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Untuk realisasi sesuai persyaratan yang telah diusulkan maka akhir tahun 2016 pasar tersebut sudah bisa dioperasikan karena bantuan anggaran dari Kementerian Perdagangan untuk finishing pada pasar Entrop telah dimasukkan atau diusulkan pada APBN perubahan.

“Dan di bulan Maret ini akan dibahas sehingga diharapkan pertengahan tahun 2016 sudah dapat diluncurkan karena pekerjaan tersebut jangka waktunya maksimal tiga bulan sehingga diharapkan akhir tahun ini pasar sudah bisa beroperasi,” tukasnya.

(HAR)
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga