Kenaikan Harga Cabai Sebabkan Tingginya Laju Inflasi di Papua

Share it:
Drs. Elia I. Loupatty, MM
Jayapura, Dharapos.com
Berdasarkan data Badan Pusat statistik Papua salah satu faktor penyebab laju inflasi di Papua sangat tinggi di pengaruhi naiknya harga cabai yang sangat mahal.

“Iya, dengan naiknya harga cabai di beberapa pasar Kota Jayapura dimana harga cabai merah besar, mencapai Rp. 75 ribu/kilogram ini masih tinggi mengakibatkan pasokan dari petani menurun," kata Fatma pedagang sayuran di Pasar Hamadi, Kota Jayapura.

Selain harga cabai merah yang tinggi, lanjut Fatma, juga harga beberapa hasil pertanian belum ada yang turun akibat persediaan masih terbatas.

“Harga cabai keriting masih Rp70 ribu/kilogram, cabai kecil atau rawit Rp45 ribu/kilogram, bawang merah antar pulau RP50 ribu/kilogram, bawang putih Rp40 ribu/kilogram, tomat Rp15 ribu/kilogram,” ungkapnya.

Untuk itu, Pemerintah Papua membagikan bibit tanaman termasuk cabai kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan di halaman rumahnya menanam tanaman holtikultura  seperti cabai dan juga sayur-mayur.

“Pak gubernur sendiri telah menyerahkan secara langsung untuk ditanam oleh PNS dan sebagian bibit kepada masyarakat,” kata Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat – Sekda Papua, Elia I Loupatty kepada wartawan usai Rakor TPID Papua di Hotel Horison Jayapura, Rabu (23/3).

Dikatakannya, dari pembagian bibit tanaman itu hasilnya memang cukup berpengaruh kepada masyarakat. Dimana walaupun harga cabai naik. Namun kenaikannya tidak seperti tahun 2014.

“Saya sendiri mendapat tiga pohon dan saya hafal tanam tiga pohon yang satu berbuah 17 buah, 22 buah dan ketiga 32 buah. Tiga hari sebelum natal saya memperoleh sekitar 1 liter. Dengan itu saya memperoleh pengurangan pembelanjaan,” ujarnya.

Diharapkan kepada masyarakat agar bisa memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam bibit tanaman yang sudah dibagikan Pemerintah.

“Karena itu langkah – langkah yang dilakukan teman – teman dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura harus lebih dipacu dan memastikan  bahwa itu akan ada produksi. Bukan hanya cabai saja tetapi komoditas lain juga,” katanya.

Lebih lanjut, kata Loupatty, dirinya malu karena inflasi atau kenaikan harga barang dan jasa secara umum meningkat dikarenakan hanya cabai mahal.

“Masa gara – gara rica inflasi kita meningkat. Saya bilang Dinas Pertanian kamu kerja apa. Waktu rapat kerja pertanian se Papua, harus dipastikan apa yang ada di lapangan. Semisal kacang panjang saja kita harus beli dari luar Papua,” terangnya.

(Piet)
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga