Penolakan Brimob di Wamena Karena Persoalan Kepemilikan Lahan

Share it:
Kombes. Pol. Mathius D. Fakhiri, SIK
Jayapura, Dharapos.com 
Kepala Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Papua, Kombes. Pol. Mathius D. Fakhiri, SIK memastikan bahwa penolakan warga atas keberadaan Brimob di Wamena yang sempat mencuat beberapa waktu lalu dipastikan karena masalah status  lahan.

“Terkait adanya wacana dari masyarakat Wamena yang melakukan penolakan terhadap keberadaan Brimob ternyata karena masalah lahan antara warga dan Pemerintah daerah setempat," ungkapnya kepada wartawan, saat ditemui di Mako Brimob, kawasan Kotaraja, Sabtu (12/11)  jelang peringatan HUT Brimob ke 71, yang akan diperingati Senin (14/11).

Fakhiri juga memastikan bahwa penolakan yang terjadi tersebut hanya persoalan internal warga dengan Pemda setempat.

Meski demikian, ia mengakui jika dirinya sendiri belum melakukan pendekatan langsung dengan masyarakat yang menolak keberadaan Brimob tersebut.

Tetapi di luar itu, Fakhiri mengakui telah menjajakinya lewat hubungan pertemanan karena dirinya merupakan jebolan SMP setempat yang mana memiliki banyak rekan yang kini berada di birokrasi maupun masyarakat biasa.

“Lewat merekalah, saya telah mendapatkan masukan bahwa  masalah keberadaan Brimob tidak dipersoalkan namun terkait status lahannya yang akan jadi lokasi pembangunan dimana masih terjadi tarik ulur karena merupakan domain masyarakat,” akuinya.

Karena sesungguhnya, tegas Fakhiri, masyarakat Wamena tidak menolak keberadaan Satuan Brimob di kota kabupaten tersebut.

“Kuncinya bahwa kehadiran Brimob di wilayah pegunungan tentu merupakan suatu kebutuhan. Karena wilayah geografis yang ada di daerah pegunungan sangat membutuhkan personil Polri yang dapat bergerak dengan cepat sehingga Brimob harus hadir disana,” tegasnya.

Polri hadir di manapun, lanjut Fakhiri, tidak harus meminta persetujuan masyarakat karena keamanan sangat penting bagi masyarakat.

“Sehingga ini menjadi kepentingan pimpinan Polri maupun Polda guna memperpendek jarak pelayanan dengan waktu yang cepat, bilamana ada kontigensi,” sambungnya.

Lebih lanjut, Fakhiri merincikan jumlah personil Brimob Polda Papua sebanyak 2.179 anggota namun dibandigkan dengan jumlah pasukan elit Polri, masih kekurangan sekitar 2000 personil Brimob.

Karena itu, mulai 2017 mendatang akan ada perekrutan baru baik dari jalur reguler dan Otsus sehingga bisa mencapai 1000 personel dan tahun 2019 bisa tercukupi sebanyak 2000 personel yang di butuhkan.

Untuk masalah persenjataan, Brimob Papua telah memenuhi standar sekitar 75 persen untuk pasukan dan saat ini persenjataan baru yang telah didatangkan yaitu senjata jenis AK kaliber 101 sekitar 1400 pucuk.

“Senjata-senjata tersebut akan diperuntukkan bagi kompi - kompi baru,” tukasnya.

(HAR)
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga