IDAI gelar pelatihan advokasi Imunisasi MR Fase II

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menggelar seminar dan pelatihan advokasi untuk kampanye Imunisasi Measless Rubella (MR) Fase II dan Surveilans PD3I.
Share it:
IDAI menggelar seminar dan pelatihan advokasi untuk kampanye Imunisasi MR Fase II dan Surveilans PD3I
Jayapura, Dharapospapua.com - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menggelar seminar dan pelatihan advokasi untuk kampanye Imunisasi Measless Rubella (MR) Fase II dan Surveilans PD3I.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Aston Jayapura, Sabtu (21/07/2018), dibuka secara resmi oleh
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr. Silwanus Sumule.

dr. Silwanus ketika dikonfirmasi menjelaskan kegiatan ini menjadi tolak ukur untuk pihaknya dalam beberapa bulan ke depan melakukan kegiatan imunisasi secara pasif.

"Berdasarkan target nasionalnya, ada 900 ribu bayi dan balita yang harus mendapat imunisasi dan cakupannya harus 95 persen. Dan ini bukan hal yang mudah," akuinya.

Untuk itu, pihaknya sudah menjelang tiga bulan ini, telah mendorong 25 Kabupaten/Kota di Papua untuk mendapatkan advokasi.

"Tinggal 4 kabupaten yang harus dilakukan advokasi. Kita belum melakukannya karena  jangkauan yang sulit dan terkendala gangguan keamanan," terang dr. Silwanus.

Meski begitu, dirinya berjanji akan tetap melakukannya di 4 kabupaten dimaksud.

"Kami akan selesaikan dalam satu atau dua minggu ke depan," tukasnya.

Sementara itu, Sekretaris Pengurus Pusat IDAI, dr. Hikari Ambarasakti menuturkan kampanye Imunisasi MR ini dilakukan untuk kedua kalinya.

"Yang fase pertama kami sudah lakukan di Pulau Jawa," tuturnya.

Tujuan dari kegiatan ini sendiri untuk menyegarkan kembali pengetahuan tentang imunisasi bagi semua pemangku kepentingan kesehatan di Provinsi Papua maupun Papua Barat.

"Kami dari IDAI sendiri tidak bisa berperan lebih jauh. Tugas kami hanya menyediakan sarana keilmuan agar semua pemangku kepentingan bisa mengerti betapa pentingnya Imunisasi MR ini," sambungnya.

Sasaran dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan cakupan imunisasi campak dan kubela.

"Karena berdasarkan informasi yang berkembang bahwa negara tetangga kita PNG (Meraube) terkena kasus folio sehingga di Papua, kita dorong untuk meningkatkan survailen," tandasnya.

Masih di tempat yang sama, dr. Renny Hariati, SPA selaku Ketua IDAI Papua berharap dari kegiatan ini dapat mencapai 95 persen sesuai target nasional.

"Dan yang terpenting, kami ingin generasi muda Papua ini bisa tumbuh dan berkembang serta cerdas seperti anak-anak yang lain," tukasnya.

(Vian)
Share it:

Kesehatan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga