Pelatihan K13 Region Biak tingkatkan karakter bangsa dan literasi

Pelatihan Kurikulum 2013 (K13) bagi jenjang guru SD dan SMP Region Biak untuk gelombang I Provinsi Papua yang diselenggarakan oleh PPPPTK TK dan PLB Bandung telah digelar.
Share it:
Pelatihan K13 jenjang guru SD dan SMP Region Biak untuk gelombang I Provinsi Papua yang diselenggarakan oleh PPPPTK
TK dan PLB Bandung bertempat di aula SMA Negeri 1 Biak Kota, sejak Minggu (29/7/2018) hingga Rabu (4/7/2018)
Biak, Dharapospapua.com
Pelatihan Kurikulum 2013 (K13) bagi jenjang guru SD dan SMP Region Biak untuk gelombang I Provinsi Papua yang diselenggarakan oleh PPPPTK TK dan PLB Bandung telah digelar.

Pelatihan tersebut bertempat di aula SMA Negeri 1 Biak Kota, sejak Minggu (29/7/2018) hingga Rabu (4/7/2018).

Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah guru SD dan SMP dari beberapa kabupaten seperti Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Waropen dan Supiori.

DR. H. Agus Supriatna, Widyaswara PLB Bandung, ketika ditemui Dharapospapua.com menjelaskan kegiatan ini merupakan implementasi dari beberapa mitra dengan merujuk pada Nawacitanya Presiden Joko Widodo, yaitu meningkatkan karakter bangsa dan literasi.

Dengan demikian penerapan K13 ini sebetulnya sudah berjalan sejak 2014, tapi secara bertahap dan kota Biak baru tersentuh saat ini.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melihat anak didik kita sebab berdasarkan penilaian dari berbagai negara bahwa Indonesia masih dalam nilai rangking terendah," ungkapnya.

Hal Inilah yang kemudian mendapat perhatian Pemerintah, untuk bagaimana meningkatkan kemampuan para guru.

"Bukan saja  guru tapi akan dilatih pula para kepala sekolah dan pengawas yang akan dilaksanakan pada gelombang ke II nantinya mulai 6 - 9 Juli 2018 bertempat di aula SMA Negeri 1 Biak Kota,”sambung Agus.

Berdasarkan pelatihan ini maka para guru yang mengikutinya akan mengibaskan kepada mereka yang belum mencapai sasaran ini.

DR. H. Agus Supriatna, Widyaswara PLB Bandung
Karena ini mendasari instruksi Kemendikbud RI dimana harus diterapkan tanpa kecuali.

“Kita harus berani menerapkan K13 ini agar tidak tertinggal jauh dengan negara-negara tetangga kita,” tegas dia.

Digambarkan pada saat ini anak berusai 7 tahun dan pada tahun 2045 anak-anak ini sudah merupakan usia produkitif dan ini merupakan salah satu aset bangsa Indonesia yang terbesar.

“Tujuan yang hakiki bahwa bangsa ini pada 2045 adalah tahun emas, dan bangsa kita harus sejajar dengan bangsa-bangsa lain. Sebab sebagai negara yang besar maka tentu harus memiliki SDM yang kuat,”cetusnya.

Beberapa sekolah di Biak dan bahkan di kabupaten lain masih menggunakan KTSP.

”Kalau sampai saat ini ada sekolah di kabupaten-kabupaten yang masih menggunakian KTSP maka ini merupakan tahap terakhir,” tegasnya.

Terkait kendala yang dihadapi pada pelaksanaan kegiatan ini , Agus mengakuinya.

"Masih banyak guru yang tidak hadir dikarenakan bulan ini merupakan tahun ajaran baru, bersamaan dengan dilaksanakannya penerimaan siswa baru sehingga sebagaian terkendala untuk hadir," akuinya.

Pada pelatihan ini, dilihat dari hasil awal tes, guru-guru masih melaksanakan KTSP sehingga sasaran yang diinginkan pun tidak sesuai dengan tujuan pemerintah,

”Saya mengharapkan dengan pelatihan K13 ini, para guru dapat menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya,” tukasnya.

(Hend DK)
Share it:

Pendidikan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga