Pernyataan klaim menang Pilgub Papua menyesatkan

Ketua Tim Koalisi Papua Bangkit Jilid II (PBJ II), Mathius Awaitouw mengaku kesal dengan adanya sejumlah pihak yang mengklaim pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur setempat telah di menangkan salah satu pasangan calon.
Share it:
 Ketua Tim Koalisi Papua Bangkit Jilid II, Mathius Awaitouw saat menyampaikan pernyataan pers
Jayapura, Dharapospapua.com - Ketua Tim Koalisi Papua Bangkit Jilid II (PBJ II), Mathius Awaitouw mengaku kesal dengan adanya sejumlah pihak yang mengklaim pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur setempat telah di menangkan salah satu pasangan calon.

"Ini adalah pernyataan yang menyesatkan, khususnya bagi masyarakat Papua," tegasnya dalam jumpa pers yang berlangsung di Hotel Aston, Sabtu (30/6/2018).

Menurutnya proses ini masih berlangsung, dan belum selesai bahkan sampai hari ini masih di lakukan pleno di tingkat PPD.

Awaitouw kemudian menjelaskan yang terjadi adalah perhitungan cepat untuk sementara lewat portalnya KPU RI.

"Dan menurut data yang kami peroleh baru 19,19 persen dari jumlah TPS yang masuk ke KPU. Jadi masih ada 80 sekian persen dan jumlah pemilih yang masuk bahkan portal ini baru 16,57 persen suara yang masuk, jadi itu belum apa-apa," bebernya.

Begitu pula dari 29 Kabupaten/Kota yang ada di Papua, lanjut Awaitouw, baru 8 daerah yang masuk.

"Itu pun belum semua TPS juga, sehingga terlalu dini kalau ada yang mengklaim bahwa pemilihan ini sudah dimenangkan oleh salah satu paslon," kecamnya.

Oleh karena itu, Awaitouw menghimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh klaim-mengklaim dari kelompok-kelompok tertentu.

Bahkan dirinya juga berharap kepada portal KPU agar semua pihak yang terlibat dalam proses input, bisa bekerja secara profesional dan dengan seadil-adilnya agar semua data yang dinaikkan itu dapat dihimpun semuanya.

"Dan kalaupun ada yang salah, KPU harus umumkan agar kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara ini tetap terjaga dan dapat dipercaya," cetus Awaitouw.

Ditambahkannya, untuk masalah perolehan suara hingga pukul 13.30 WIT data hitung cepat versi LUKMEN, jumlah suara paslon nomor urut satu ini masih di atas dengan perolehan suara 65,40 persen dan pasanga JOSUA 34,60 persen.

"Jadi, jumlah suara yang di input 1.225.091 dari total DPT 3.411.217 dan itu pun belum setengah. Tetapi kami tetap optimis bahwa data ini cukup valid, karena C1 yang sudah ditandatangani oleh KPPS dan saksi," sambung Awaitouw.

Jumlah ini telah termasuk dari tiga kabupaten yaitu Memberamo Tengah, Puncak dan sebagian Jayawijaya (suara di atas 85 persen).

Kotak suaranya sudah ada di ibukota kabupaten namun sebagian besar kabupaten di wilayah pegunungan yang menjadi kantong LUKMEN belum masuk termasuk wilayah Meepago seperti Mimika, Paniai dan Dogiyai.

"Ini merupakan basis LUKMEN dan kami berharap bisa dimaklumi karena kondisi wilayah dari distrik ke Kabupaten memerlukan transportasi, dan semuanya harus dilayani pesawat sehingga kita juga masih menunggu," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Adam Arisoi meminta masyarakat jangan mudah terprovokasi.  Apalagi percaya atas klaim-mengklaim perolehan suara di Pilkada Papua.

Pernyataan tersebut, untuk menampik hasil-hasil perolehan suara paslon di Pilkada Papua.

Secara khusus Pilgub Papua terhadap dua pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Papua, nomor urut 1 Lukas Enembe-Klemen Tinal (Lukmen), pasangan nomor urut 2 John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae (Joshua) yang beredar di media sosial.

“Masyarakat jangan mudah terprovokasi apalagi sampai percaya atas hasil perolehan suara di Pilkada Papua yang tersebar di media sosial. Tunggu hasil resmi KPU,” tegas Arisoy, yang dikonfirmasi, Sabtu (30/6/2018) malam.

Ia menegaskan, hingga saat ini, KPU masih melakukan perhitungan dan pengumpulan hasil suara dari setiap daerah di Papua, lewat KPUD Kabupaten/kota.

“Kami KPU Papua sampai saat ini, masih menunggu hasil perolehan suara C1 dari KPU Kabupaten/kota,” pungkasnya.

(Vian)
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga