Akreditasi Puskemas, Wali Kota minta kesiapan tenaga medis

Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM secara resmi membuka Workshop Audit Internal dan Manajemen Peningkatan Mutu dalam Persiapan Akreditasi Puskesmas Tahun 2018 bertempat di aula pertemuan Balai Latihan Kesehatan Provinsi Papua, Padang Bulan, Rabu (15/8/2018).
Share it:
Foto bersama Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM seusai pembukaan Workshop 
Jayapura, Dharapospapua.com - Wali Kota DR. Benhur Tomi Mano, MM secara resmi membuka Workshop Audit Internal dan Manajemen Peningkatan Mutu dalam Persiapan Akreditasi Puskesmas Tahun 2018 bertempat di aula pertemuan Balai Latihan Kesehatan Provinsi Papua, Padang Bulan, Rabu (15/8/2018).

Dalam workshop tersebut, peserta menerima arahan ini dari tim Kementerian Kesehatan RI yakni drg. Tini Suryanti dan drg.Tritarayati.

Wali Kota menegaskan kesehatan itu tidak mengenal batas wilayah karena masuk ke dalam pelayanan dasar.

"Olehnya itu, Pemerintah Kota Jayapura mengalokasikan anggaran sebesar 30 persen dari dana Otonomi Khusus untuk pelayanan di sektor ini," tegasnya.

Kaitannya dengan akreditasi ini, Wali Kota meminta seluruh tenaga medis harus siap dalam menghadapi pengawasan internal di tiap-tiap Puskesmas.

Dalam hal terkait ini langkah-langkah atau tahapan yang disiapkan dalam memenuhi kriteria penilaian terhadap peningkatan akreditasi di 6 Puskesmas.

Di tahun ini pula, lanjut Wali Kota, melalui anggaran perubahan akan dialokasikan dana sebesar Rp2,4 Miliar untuk 6 Puskesmas.

"Kami menyampaikan ucapan  terima kasih kepada tim dari Kementrian Kesehatan RI yang telah hadir ke Kota Jayapura untuk melihat secara dekat dan memberikan arahan kepada kami dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.

Lanjut pria yang akrab disapa BTM ini, pihaknya bakal menambah fasilitas berupa 1 unit Puskesmas di 2019 nanti yang akan dibangun pada kawasan padat penduduk Youtefa.

"Tahun ini juga, diusahakan Rumah Sakit Kota Jayapura selesai dibangun dan akan difungsikan, dan semua pelayanannya bakal menggunakan sistem aplikasi," janjinya.

Hal ini untuk memudahkan transaksi keuangan pada ruangan-ruangan pengambilan obat dapat diketahui dan dilakukan secara transparan.

Kepala Dinas Kesehatan setempat dr. Ni Nyoman Sri Antari juga menambahkan pelaksanaan workshop ini adalah dalam rangka membenahi mutu pelayanan di tiap Puskesmas.

"Jika ada kekurangan  maka Kepala Puskesmas sendiri bisa langsung mengambil keputusan, sehingga betul-betul bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," tukasnya.

(Har)
Share it:

Kesehatan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga