2018, Angka Stunting di Kota Jayapura Turun 22,81 Persen

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan setempat mengklaim angka stunting di wilayah itu pada 2018 lalu turun hingga 22,81 persen dari 34,8 persen angka di 2013.
Share it:
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dr. Ni Nyoman Sri Antari
Jayapura, Dharapospapua.com - Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan setempat mengklaim angka stunting di wilayah itu pada 2018 lalu turun hingga 22,81 persen dari 34,8 persen angka di 2013.

Stunting merupakan kondisi ketika balita memiliki tinggi badan dibawah rata-rata.

Hal ini diakibatkan asupan gizi yang diberikan dalam waktu yang panjang tidak sesuai dengan kebutuhan.

"Dari data Pemerintah Kota Jayapura berdasarkan riset kesehatan dasar bahwa angka stunting di 2018 turun menjadi 22,81 persen dari data pada 2013 tercatat 34,8 persen," demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan setempat dr. Ni Nyoman Sri Antari, di kantor Wali Kota, Jumat (15/3/2019).

Dijelaskannya, seorang bayi jika lahir normal panjang badan 0,48 cm. Namun apabila bawah 0,48 cm maka akan stunting.

“Stunting juga berpotensi memperlambat perkembangan otak dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar dan risiko terserang penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi dan obesitas,” jelas Kadis.

Sementara untuk asupan gizi, harus di mulai dari ibu hamil.

“Karena jika ibu hamil kekurang gizi, energi protein atau kurang energi kalori (KEK, red), maka kemungkinan bayi yang dilahirkan akan stunting,” sambungnya.

Ditegaskan pula, bahwa dampak stunting adalah sang bayi lahir dalam ukuran pendek ataupun bertumbuh namun menjadi pendek akibat kurang gizi.

Hal tersebut dipengaruhi oleh asupan gizi pada ibu waktu hamil dan juga setelah bayi lahir dan tidak dipantau tumbuh-kembangnya.

“Juga tidak diberikan makanan yang bergizi sehingga berat badan tidak naik mengakibatkan sang bayi mengalami stunting. Begitu juga jika asupan gizi tidak  cukup berarti  perkembangan otaknya anak menjadi lambat geraknya,” tegasnya.

Olehnya itu, dinas terkait harus bekerja sama baik itu Kesehatan, Ketahanan Pangan dan Pertanian serta Dinas Perikanan.

(Har)
Share it:

Kesehatan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga