Dinkes Kota Gandeng Satgas Perbatasan RI-PNG Berantas Nyamuk Malaria

Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan setempat terus berupaya memberantas nyamuk malaria dan demam berdarah di seluruh wilayah tersebut.
Share it:
Kepala Dinkes Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari
Jayapura, Dharapospapua.com – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan setempat terus berupaya memberantas nyamuk malaria dan demam berdarah di seluruh wilayah tersebut.

Salah satunya dengan upaya fogging (pengasapan) siang dan malam seperti yang dilakukan pada wilayah perbatasan RI – PNG tepatnya di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura mengingat kawasan tersebut memiliki kasus malaria tertinggi.

Guna memaksimalkan itu, Dinkes bekerja sama dengan Satgas Perbatasan untuk melakukan pemberantasan nayamuk malaria maupun DBD yang ditandai dengan penyerahan mesin fogging yang di terima langsung perwakilan Satgas, Mayor Inf. Erwin Iswari, belum lama ini.

“Pengasapan ini kami lakukan di malam hari karena kasus malaria di perbatasan sangat tinggi, sedangkan untuk fogging DBD kami lakukan di siang hari,“ terang Kepala Dinkes Kota, dr. Ni Nyoman Sri Antari, di kantor DPRD Kota Jayapura usai menghadiri rapat paripurna Dewan, Rabu (13/3/2019).

Dikatakannya, fogging dilakukan untuk menghabiskan nyamuk satu periode, agar tidak membawa plasmodium malaria.

“Untuk mengantisipasi malaria tentu harus dilakukan secara komperhensif yaitu dengan melakukan fogging pada waktu malam, mencegah dengan menganjurkan warga menggunakan kelambu ataupun masyarakat yang keluar malam harus mengenakan baju lengan panjang,” urainya.

Selain itu, warga setempat dihimbau juga untuk menanam serai Ascardia Lavender, kemudian genangan air harus ditutup.

Kadis menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan karena dampak dari hujan lebat maka akan berpengaruh berkembang biaknya nyamuk
Apalagi dengan curah hujan yang tinggi sehingga memicu terjadinya genangan air di lingkungan warga. Bahkan tak sedikit menyebabkan selokan–selokan tersumbat.

Hal ini didukung perilaku hidup warga yang kurang sehat, sehingga bisa berakibat mewabahnya penyakit malaria maupun demam berdarah.

Ditambahkan Kadis, malaria merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.

“Untuk itu, perlu dilakukan tindakan preventif sebelum berdampak fatal pada kesehatan kita,” tukasnya.

(Har)
Share it:

Kesehatan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga