Jumlah Penumpang Kapal Pelni Melonjak Hingga 100 Persen

Naiknya harga tiket pesawat ternyata cukup berdampak pada penggunaan transportasi laut khususnya kapal milik PT Pelni.
Share it:
Kepala Cabang PT. Pelni Jayapura Harianto Sembiring (tengah) didampingi Kepala Logistik Wawan Purwanto dan Kepala Bagian Adminiatrasi dan Umum, Bambang Irawan memberikan pernyataan saat hearing pihaknya dengan DPRD Kota, Rabu (12/6/2019)
Jayapura, Dharapospapua.com – Naiknya harga tiket pesawat ternyata cukup berdampak pada penggunaan transportasi laut khususnya kapal milik PT Pelni.

Salah satunya saat menyinggahi pelabuhan Jayapura, dilaporkan terjadi lonjakan penumpang hingga 100 persen.

Kepala Cabang PT. Pelni Jayapura Harianto Sembiring dalam penjelasannya membenarkan itu.

Diakuinya, dengan naiknya harga tiket pesawat maka masyarakat lebih memilih untuk menggunakan transportasi laut dalam hal ini jasa pelayaran PT Pelni.

“Jadi meningkat hingga 100 persen karena yang tadinya penumpang hanya sekitar 600 orang kini meningkat hingga 2.000 orang,” akui Sembiring saat hearing pihaknya dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jayapura, Rabu (12/6/2019).

Meski jumlah penumpang melonjak hingga 100 persen, Sembiring memastikan pihaknya tetap mengacu pada aturan Kementerian Perhubungan RI yaitu tidak melebihi kapasitas yang telah ditentukan.

“Kami mengacu pada regulasi yang mengatur dimana Kementerian Perhubungan memberikan batas jumlah penumpang termasuk saat musim Lebaran maupun Natal diberikan dispensasi tambahan. Namun dispensasi itu juga tetap tidak melebihi ketentuan,” terangnya.

Terkait dengan aksi penjualan kasur di atas kapal, ditegaskan Sembiring, jika pihaknya telah menempatkannya sesuai dengan nomor tempat tidur.

Namun yang menjadi kendala adalah aksi tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang masih menjadikan kasur tersebut sebagai lahan bagi mereka.

“Karena setelah kapal tiba di pelabuhan Jayapura maka semua dek kapal dibersihkan oleh petugas  di atas kapal dan selanjutnya ditutup sebelum dilakukan embarkasi. Tetapi para TKBM sudah berada di atas kapal dan kesempatan itu mereka melakukan penjualan kasur,” bebernya.

PT Pelni sendiri telah melakukan berkoordinasi bahkan melakukan pertemuan Kepala TKBM setempat terkait penjualan kasur di atas kapal oleh anak buahnya termasuk dilakukan penyampaian secara pribadi.

Hanya saja, jawaban dari Kepala TKBM Jayapura bahwa anggotanya 80 persen tidak berpendidikan sehingga yang ada di otak mereka hanya mencari uang dan tidak memikirkan aturan yang ada.

“Karena itu, untuk menghentikan praktek tersebut kami membutuhkan tahapan dengan berulang kali menegaskan bahwa diatas kapal tidak ada jual beli kasur oleh anak buah kapal (ABK, red). Jika masyarakat menemukan ABK melakukan jual-beli kasur, segera laporkan ke Pelni agar diberikan sangsi,” bebernya.

Sembiring juga mengakui bahwa terkait dengan sampah yang dibuang ke laut, oleh pihaknya telah mewajibkannya untuk dikemas dalam plastik.

Dan ketika kapal sandar di pelabuhan tujuan, sampah diturunkan.

“Tetapi jika diketahui ada ABK membuang sampah ke laut, maka akan diberikan sanksi berat,” tukasnya.

(Har)
Share it:

Ekonomi

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga