Jadi Model, SMA Gabungan Laksanakan In House Training

SMA Gabugan Jayapura di 2019 ini oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Papua terpilih sebagai sekolah model.
Share it:
Foto bersama seusai pembukaan
Jayapura, Dharapospapua.com – SMA Gabugan Jayapura di 2019 ini oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Papua terpilih sebagai sekolah model.

Alasan terpilih sebagai model karena sekolah yang hadir sejak 1951 ini menunjukan raport mutu pendidikan yang mengalami peningkatan dari tahun 2016, 2017 dan 2018.

Berkaitan dengan itu, SMA Gabungan melaksanakan In House Training  (IHT) yaitu sistem penjaminan mutu internal bersama 5 sekolah imbas lainnya.

"Dalam hal ini, sekolah swasta lain yang berdekatan akan mendapat  pengimbasan. Karena sekolah ini mengalami peningkatan di berbagai kompetensi pendidikan,“ ungkap Kepala SMA Gabungan Jayapura, Sandra Titihalawa, S.Pd, M.Si seusai pembukaan IHT di aula Pandora, Rabu (24/7/2019).

Sebagai sekolah model, lanjut Sandra, SMA Gabungan harus memberikan pengimbasan kepada 5 sekolah lain yang berdekatan  diantaranya SMA Yapis Dok V, SMA Mandala Trikora, SMA Kristen Kalam Kudus, SMA El Shadai dan SMA 45 yang kemudian bersama-sama untuk melihat mutu pendidikan lewat sekolah model.

Alumni angkatan 1996 ini juga mengakui bahwa  sekolah model ini  bertujuan untuk lebih mengutamakan pelayanan mutu pendidikan di satuan pendidikan, meski tidak mudah karena banyak  indikator  yang harus dipenuhi.

"Sehingga pada akhirnya  budaya mutu pendidikan itu tetap harus dilaksanakan di satuan pendidikan," terang dia.

Lebih lanjut, dijelaskan Sandra, untuk sekolah model ada tahapan yang dimulai dari sekolah imbas kemudian sekolah model, selanjutnya bertahap ke sekolah zonasi.

Sementara SMA Gabungan berada di tahap kedua yaitu sekolah model yang kemudian evaluasi-evaluasi dari LPMP hingga dikeluarkan rekomendasi.

"SMA Gabungan layak lagi untuk menerima bantuan  sekolah model di tahun 2020," cetusnya.

Guna mempertahankan itu, maka pihaknya berkomitmen dan berharap bahwa sekolah model ini tetap ada di SMA Gabungan hingga tahun berikutnya sampai akhirnya bisa mencapai tahap selanjutnya yaitu sebagai sekolah zonasi.

Maksud dari pengembangan sekolah model dan pengimpasan adalah meningkatkan mutu pendidikan sesuai standar nasional.

"Sekaligus menciptakan budaya mutu di satuan pendidikan," tukasnya.

Ketua Panitia Pelaksana Petronela Tetelepta, S.Pd saat menyampaikan laporan mengatakan peserta yang terlibat pada  IHT Sistem Penjaminan Mutu Internal sebanyak 80 orang

Rinciannya, guru SMA Gabungan Jayapura sebanyak 30 peserta dan 5 sekolah imbas sebanyak 50 peserta.

Dalam kegiatan IHT ini disampaikan beberapa materi berkaitan dengan pengembangan sekolah model dalam pelaksanaan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal  (SPMI ) tahun 2019.

Diantaranya, sosialisasi sistem penjaminan mutu pendidikan sesuai Permendikbud Nomor 28 Tahun 2016, standar nasional pendidikan, analisis rapor mutu, pembuatan soal HOTS, gerakan literasi sekolah, pembelajaran berbasis pengembangan pendidikan karakter, pembuatan RPP yang memuat soal HOTS GLS dan PKK serta pembuatan analisis rapor umum.

Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari, 24 - 26 Juli 2019 dan  di aula Pandora SMA Gabungan.

Kepala Bidang PSMA Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Albert menambahkan 5 sekolah imbas menjadi bagian dari program sekolah model.

"Untuk itu, jika masuk dalam sekolah model maka tentu ada beberapa kriteria diantaranya selain melaksanakan kurikulum yang berlaku tapi juda sudah memiliki nilai akreditas," tukasnya.

(Har)
Share it:

Pendidikan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga