Masih Banyak Venue PON XX Papua Belum Dibangun

Tersisa setahun lagi pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2020 mendatang di Papua.
Share it:
Sekretaris Komisi V DPR Papua Natan Pahabol  (tengah) saat memberikan pernyataan pers
Jayapura, Dharapospapua.com - Tersisa setahun lagi pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2020 mendatang di Papua.

Namun, fakta yang kembali terungkap untuk kesekian kalinya bahwa ternyata masih banyak venue PON XX belum dibangun.

Meski stadion utama Papua Bangkit telah hampir rampung namun itu bukan ukuran  penyelenggaraan PON XX tahun 2020.

Sekretaris Komisi V DPR Papua Natan Pahabol yang dikonfirmasi seusai meninjau beberapa venue PON XX di Kabupaten Jayapura, Selasa (2/"7/2019) menegaskan itu.

"Hari ini kami melakukan sidak di beberapa venue yang sedang dibangun di Kabupaten Jayapura, dan ternyata dari kunjungan kami tadi, Pemerintah Papua hanya bisa membangun Stadion Papua Bangkit yang bersumber dari dana APBD sedangkan venue yang lain belum kelihatan," bebernya.

Komisi V DPR Papua yang membidangi pendidikan kesehatan dan juga olah raga diketahui selama ini menjalankan fungsi penganggaran dan mengawal ketat pelaksanaan PON XX.

Ditegaskan Natan, stadion utama Papua Bangkit itu bukan ukuran untuk pembangunan atau penyelenggaraan PON XX tahun 2020.

“Stadion Papua bangkit hanya pelengkap utama karena akan difungsikan untuk pembukaan dan penutupan PON XX, tetapi juga ada beberapa cabang olahraga yang akan dipertandingkan,” tegasnya.

Dari 50 cabor yang dilombakan, mungkin hanya sekitar 3 - 4 cabor yang akan dipertandingkan di stadion tersebut. Sedangkan sebagian besar lagi akan dipertandingkan pada cluster yang lain atau pada venue-venue yang ada di kota dan juga kabupaten yang lain.

“Jadi, sekali lagi kami sampaikan bahwa dari anggaran APBD Provinsi Papua itu cuma satu venue yang sudah jadi 100 persen yaitu Stadion Papua bangkit. Sedangkan sebagian venue pendukung lainnya mulai dari tahap pembangunan dan finishingnya kami belum menemukannya setelah kami turun lapangan di Kabupaten Jayapura,” beber Natan.

Pihaknya malah menyoroti lapangan sepak bola Bas Yoe yang berada pada tempat yang strategis, lapangan serta bangunan yang bagus.

“Yang kurang adalah Pemerintah provinsi bersama-sama daerah tidak duduk untuk menganggarkan uang dan merenovasinya,” akuinya.

Menyikapinya, Natan meminta Gubernur dan panitia besar PON segera melakukan rapat koordinasi dengan kepala daerah terutama yang wilayahnya jadi tuan rumahnya cluster.

“Dalam rapat itu harus ada pembagian tugas yang jelas tentang anggaran dan lain-lain sebagainya,” imbuhnya.

Natan meminta keseriusan Pemda menyelesaikan venue-venue yang belum rampung.

“Kami juga berharap SKPD mitra yang lain seperti Perhubungan, Ekonomi, Perikanan dan semua yang terkait dengan PON, kami minta dengan hormat untuk meninggalkan tugas-tugas yang tidak penting dan fokus pembangunan venue PON,” pungkasnya.

(Vian)
Share it:

Politik dan Pemerintahan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga