Pemkab Mambraya Bentuk Satgas KLB Stunting

Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya (Mambraya) membentuk Satuan Tugas Kejadian Luar Biasa (Satgas KLB) lStunting
Share it:
Kepala Bidang Ekonomi Bappeda setempat, Tuwith Keliopas 

Jayapura, Dharapospapua.com – Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya (Mambraya) membentuk Satuan Tugas Kejadian Luar Biasa (Satgas KLB) lStunting.

Pembentukan satgas tersebut menyusul perintah Bupati Mambraya Dorinus Dasinapa dalam rangka pencegahan dampak penyakit yang diakibatkan karena kekurangan gizi.

Kebijakan penanganan tersebut dengan melihat beberapa daerah di Papua yang baru saja mengalami KLB seperti salah satunya di Kabupaten Asmat.

Kepala Bidang Ekonomi Bappeda setempat, Tuwith Keliopas dalam pernyataannya mengakui Kabupaten Mambraya dari sisi penanganan stunting khusunya dari hulu sudah bagus dimana sasarannya adalah pasangan usia subur.

"Karena jika diberikan asupan gizi yang baik bagi ibu hamil maka akan berdampak kepada janin  dalam kandungan kalau ini ditangani sampai dengan kelahiran bayi,“ terangnya, Selasa (2/7/2019).

Lanjut Keliopas, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bayi harus diberikan asupan gizi mulai dari masa kehamilan sampai  kelahiran bayi hingga berumur 2 tahun atau dikenal dengan 1000 hari pertama kehidupan.

Di dalam fase ini, jika intervensi kesehatan dilakukan secara maksimal terutama pada saat ibu hamil sampai bayi lahir hingga berumur 2 tahun maka bayi itu akan memiliki intelegensi yang bagus, sehat dan otaknya terbentuk dengan baik.

Sehingga saat memasuki jenjang pendidikan mulai dari TK, PAUD, SD, SMP, SMA/SMK hingga ke perguruan tinggi merekabakan menjadi generasi dengan kualitas yang sangat bagus.

"Jadi intervensi inilah yang dilakukan teman-teman dari Dinas Kesehatan dan sementara berjalan. Termasuk juga kebijakan Bapak Bupati  sudah memberikan dukungan serta Pemerintah Provinsi melalui dana otonomi khusus," tandasnya.

Perlu diketahui, stunting atau anak kerdil adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita.

Hal tersebut diakibatkan kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Meski kekurangan gizi terjadi sejak dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir, akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.

Balita kerdil atau stunting tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, akan tetapi disebabkan oleh multi dimensi secara umum.

Beberapa penyebab stunting ialah praktek pengasuhan yang kurang baik, termasuk kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan pada masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan.

(Har)
Share it:

Mamberamo Raya

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga