LPMP Papua Dorong Terlaksananya Sistem Penjaminan Mutu Sekolah

Jayapura, Dharapospapua.com - Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kota Jayapura, Ponto Yelipele.M.Pd mengatakan, para kepala sekolah bertugas sebagai pemimpin tetapi juga sebagai manajer yang mempunyai peran strategi dalam rangka implementasi 8 standar nasional pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. “Program peningkatan mutu pendidikan lewat LPMP cukup banyak tapi yang sifatnya ide atau stimulus dengan harapan Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten bisa menjangkau secara keseluruhan atas kebijakan strategis,” ujarnya saat mewakili Kepala LPMP membuka diklat penguatan kepala SMP Se-Kota Jayapura, Senin (16/9/201). Ponto berharap dalam diklat yang berlangsung selama satu minggu itu para kepala sekolah bisa mendiskusikan banyak hal dari pengalaman masing-masing, mengingat kota Jayapura merupakan barometer pendidikan di tanah Papua sehingga kami berharap kesiapan para kepala sekolah untuk mengelola sekolah dengan baik. “Dan kami berharap kota Jayapura menjadi tujuan pendidikan yang bermutu dan Semua orang bisa belajar ke sini. Selain mendapatkan materi juga bagaimana kerja sama mereka di sekolah-sekolah masing-masing,” ungkapnya. Menurut Ponto, program kurikulum 2013 kemudian penguatan pendidikan karakter literasi sejauh mana implementasi di sekolah. Kemudian dari LPMP selama ini mendorong terlaksananya sistem penjaminan mutu sekolah. “Dan sejauh ini rapor mutu itu masih masih jauh secara nasional, sehingga diharapkan dengan diklat ini terutama yang dilakukan oleh kota Jayapura ini akan mendorong hal itu,” katanya. Dijelaskan Ponto, LPMP adalah unit pelaksana teknis dari Kemendikbud yang ditugaskan untuk mengawal implementasi 8 standar nasional pendidikan. Dalam hal ini program LPMP lebih pada empat standar yaitu standar Isi, proses Pendidikan, kemudian standar kompetensi kelulusan dan sarana prasarana, sedangkan 4 standar yang lain itu itu lebih banyak dikerjakan oleh dinas. “Sejauh mana standar itu terpenuhi dapat terlihat di raport mutu, namun untuk kita di Papua masih sangat jauh, dan khusus kota Jayapura relatif baik. Namun kabupaten-kabupaten pemekaran ini banyak yang belum baik sehingga mempengaruhi mutu secara nasional,” bebernya. Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala bidang SMP pada dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Jayapura, Abdul Majid menyatakan, satuan pendidikan memiliki fungsi utama untuk mencetak insan generasi muda yang unggul, sekolah sebagai pusat pembelajaran memerlukan kepala sekolah yang visioner dan memiliki kemampuan yang unggul. “Permendikbud nomor 6 tahun 2018 mengamanatkan bahwa seluruh kepala sekolah wajib mengikuti seleksi calon kepala sekolah. Namun apabila Kepala Sekolah yang diangkat sebelum Juli 2018 maka cukup mengikuti program penguatan kepala sekolah dengan sistem 71 jam,” tandasnya. Majid menambahkan, untuk seleksi calon kepala sekolah itu harus 300 jam, tapi ini cukup 71 jam karena diangkat sebelum Juli 2018 dan harus menghabiskan kurang lebih 14 modul. “Dan harus tampak mulai dari literasi digital teknik analisis manajemen pengelolaan keuangan sekolah sampai pada pengembangan sekolah berdasarkan standar nasional,” pungkasnya. (HAR).
Share it:
Jayapura, Dharapospapua.com - Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kota Jayapura, Ponto Yelipele.M.Pd mengatakan, para kepala sekolah bertugas sebagai pemimpin tetapi juga sebagai manajer yang mempunyai peran strategi dalam rangka implementasi 8 standar nasional pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.    “Program peningkatan mutu pendidikan lewat LPMP cukup banyak tapi yang sifatnya ide atau stimulus dengan harapan Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten bisa menjangkau secara keseluruhan atas kebijakan strategis,” ujarnya saat mewakili Kepala LPMP membuka diklat penguatan kepala SMP Se-Kota Jayapura, Senin (16/9/201).
Kasubag Umum LPMP Papua, Ponto Yelipele dan Sekertaris Disdik Debora Rumbino Menyematkan Tanda Secara Simbolis Bagi Peserta Diklat Penguatan Kepala SMP Kota Jayapura
Jayapura, Dharapospapua.com - Kepala Sub Bagian (Kasubag) Umum Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Papua, Ponto Yelipele.M.Pd mengatakan, para kepala sekolah bertugas sebagai pemimpin tetapi juga sebagai manajer yang mempunyai peran strategi dalam rangka implementasi 8 standar nasional pendidikan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.

“Program peningkatan mutu pendidikan lewat LPMP cukup banyak tapi yang sifatnya ide atau stimulus dengan harapan Pemerintah Daerah Kota/Kabupaten bisa menjangkau secara keseluruhan atas kebijakan strategis,” ujarnya saat mewakili Kepala LPMP membuka diklat penguatan kepala SMP Se-Kota Jayapura, Senin (16/9/201).

Ponto berharap dalam diklat yang berlangsung selama satu minggu itu para kepala sekolah bisa mendiskusikan banyak hal dari pengalaman masing-masing, mengingat kota Jayapura merupakan barometer pendidikan di tanah Papua sehingga kami berharap kesiapan para kepala sekolah untuk mengelola sekolah dengan baik.

“Dan kami berharap kota Jayapura menjadi tujuan pendidikan yang bermutu dan Semua orang bisa belajar ke sini. Selain mendapatkan materi juga bagaimana kerja sama mereka di sekolah-sekolah masing-masing,” ungkapnya.

Menurut Ponto, program kurikulum 2013 kemudian penguatan pendidikan karakter literasi sejauh mana implementasi di sekolah. Kemudian dari LPMP selama ini mendorong terlaksananya sistem penjaminan mutu sekolah.

“Dan sejauh ini rapor mutu itu masih masih jauh secara nasional, sehingga diharapkan dengan diklat  ini terutama yang dilakukan oleh kota Jayapura ini akan mendorong hal itu,” katanya.

Dijelaskan Ponto, LPMP adalah unit pelaksana teknis dari Kemendikbud yang ditugaskan untuk mengawal implementasi 8 standar nasional pendidikan. Dalam hal ini program LPMP lebih pada empat standar yaitu standar Isi, proses Pendidikan, kemudian standar kompetensi kelulusan dan sarana prasarana, sedangkan 4 standar yang lain itu itu lebih banyak dikerjakan oleh dinas.

“Sejauh mana standar itu terpenuhi dapat terlihat di raport mutu, namun untuk kita di Papua masih sangat jauh, dan khusus kota Jayapura relatif baik. Namun kabupaten-kabupaten pemekaran ini banyak yang belum baik sehingga mempengaruhi mutu secara nasional,” bebernya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala bidang SMP pada dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Jayapura, Abdul Majid menyatakan, satuan pendidikan memiliki fungsi utama untuk mencetak insan generasi muda yang unggul, sekolah sebagai pusat pembelajaran memerlukan kepala sekolah yang visioner dan memiliki kemampuan yang unggul.

“Permendikbud nomor 6 tahun 2018 mengamanatkan bahwa seluruh kepala sekolah wajib mengikuti seleksi calon kepala sekolah. Namun apabila Kepala Sekolah yang diangkat sebelum Juli 2018 maka cukup mengikuti program penguatan kepala sekolah dengan sistem 71 jam,” tandasnya.

Majid menambahkan, untuk seleksi calon kepala sekolah itu harus 300 jam, tapi ini cukup 71 jam karena diangkat sebelum Juli 2018 dan harus menghabiskan kurang lebih 14 modul.

“Dan harus tampak mulai dari literasi digital teknik analisis manajemen pengelolaan keuangan sekolah sampai pada pengembangan sekolah berdasarkan standar nasional,” pungkasnya.

(HAR).
Share it:

Pendidikan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga