SKB - SPNF Biak Resmi Gelar Pendidikan Kesetaraan

Sanggar Kegiatan Belajar - Sistem Pendidikan Non Formal (SKB - SPNF) Biak Numfor mulai resmi menggelar program pendidikan kesetaraan.
Share it:
Plt. Kepala SKB - SPNF Biak Numfor, Margaretha Singgamui, S.Pd
Biak, Dharapospapua.com - Sanggar Kegiatan Belajar - Sistem Pendidikan Non Formal (SKB - SPNF) Biak Numfor mulai resmi menggelar program pendidikan kesetaraan.

Program dimaksud masing-masing paket A setara SD, paket B setara SMP dan paket C setara SMA.

Plt. Kepala SKB - SPNF setempat Margaretha Singgamui, S.Pd yang dikonfirmasi membenarkan hal itu.

”Iya, kami sudah mulai sejak 10 September lalu dan akan berjalan seterusnya. Mereka sudah belajar sesuai jadwal pembelajaran masing-masing paket,” akuinya ketika ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini.

Dijelaskan pula, program pendidikan kesetaraan ini dimulai dengan materi umum.

“Saya sudah mulai dengan materi terkait SKB dan program-programnya,” jelasnya.

Dikatakan Margaretha, ia lebih banyak berbicara tentang program kesetaraan, yang manfaatnya untuk pengertian daripada peserta paket ini.

“Kemudian dilanjutkan dengan materi lainnya, tentang bahaya narkoba dari sisi hukum dan dari sisi kesehatan juga materi tentang HIV,” sambungnya.

Tak hanya itu, guna memotivasi seluruh peserta paket A, B dan C, pihaknya juga menghadirkan seorang pemateri umum yang pernah menjadi warga belajar SKB - SPNF Biak di tahun-tahun yang lalu.

"Kebetulan sudah selesai dan sekarang sudah diangkat menjadi lurah. Ia berkesempatan membagikan pengalamannya kepada peserta paket agar mereka termotivasi kalau lulusan kesetaraan juga bisa menjadi anggota TNI dan Polri, lanjut kuliah maupun bekerja,” ungkapnya.

Margaretha merincikan pula, untuk peserta paket A diikuti 8 orang, paket B (17) dan paket C sebanyak 24 orang.

“Saya berharap, ketika SKB Biak Numfor menjadi SKB rujukan tentu mempunyai program-program unggulan, seperti Paud kemudian kesetaraan dan program lainnya akan mengikuti,” harapnya.

Ditambahkan pula, lewat pendidikan kesetaraan ini adalah dalam rangka memanfaatkan layanan pemerintah di bidang pendidikan non formal sebaik mungkin.

Dengan begitu, kebutuhan anak-anak bisa terpenuhi melalui pelayanan di jalur pendidikan non formal.

Untuk kesetaraan ini, mereka akan mendapatkan ijazah, karena pendidikan kesetaraan ini dirancang khusus agar ketika peserta tamat juga dibekali dengan ijazah baik setara SD, SMP dan SMA.

Mereka juga akan mendapatkan ijazah keterampilannya.

"Jadi mereka keluar itu sudah siap untuk bekerja," tukasnya.

(Hend DK)
Share it:

Pendidikan

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga