BKNI Papua - IDMI Gelar Sosialisasi Program Faskes Berbasis Wisata Ekologi

Jayapura, Dharapospapua.com - Badan Ketahanan Nasional dan Internasional (BKNI) RI Provinsi Papua bekerjasama dengan Ikatan Dokter Mandiri Indonesia (IDMI) menggelar sosialisasi survei lokasi dalam rangka program fasilitas kesehatan (Faskes) dan perawatan lanjut usia berbasis wisata ekologi. Ketua BKNI RI Papua, Ortis Nando Tarai mengatakan, pihaknya menyelenggarakan iven tersebut untuk membuka perencanaan pembangunan fasiliatas kesehatan di 28 Kabupaten dan 1 Kota yang ada di Papua. “Melihat bahwa pada saat ini masalah kesehatan menjadi masalah yang sangat utama dan masih banyak masyarakat yang memberikan keluhan-keluhan terkait dengan kesehatan mereka,” ujarnya di Hotel @Home Abepura, Senin (02/12/2019). Menurut Ortis di Kabupaten-kabupaten memang ada Rumah Sakit (RS) dan juga Puskesmas, tetapi pelayanan kesehatan belum terjangkau dan itu sudah disurvei ke beberapa Kabupaten. “RS dan Puskesmas yang ada sampai hari ini mereka mempunyai kelengkapan yang terbatas, salah satu yang saya dapat ada ibu hamil yang melahirkan tidak memakai penerangan (lampu listrik) hanya memakai senter HP. Ini hal yang sangat disayangkan,” katanya. “Oleh sebab itu kami dari Badan ketahanan Nasional dan Inter Nasional Papua bekerja sama dengan Ikatan Dokter Mandiri Indonesia mengelar kegiatan sosialisasi ini,” katanya lagi. Diungkapkan Ortis katakan, untuk di Papua sendiri rencananya di Kabupaten Keerom ada tiga titik yang sudah direncanakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan, selain itu Kota Jayapura yaitu di daerah perbatasan dan juga di Kabupaten Jayapura, “Untuk Kabupaten Jayapura kami sudah melihat lokasinya, selanjutnya kami akan tindak lanjuti prosesnya kelengkapan surat-suratnya,” imbuhnya. Ortis berharap, Gubernur Papua untuk memberikan rekomendasi kepada pihaknya terkait dalam kelengkapan administrasi dalam hal ini surat menyurat yang sudah dsampaikan ke dinas-dinas terkait. “Karena dalam proses pembangunan ini kami sangat butuh surat dari Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Gubernur Papua, terutama kami minta Gubernur agar menyampaikan kepada para Bupati dan Walikota agar bisa membantu kami dalam surat-surat pelepasan tanah,” ungkapnya sembari menambahkan pihaknya tidak datang untuk meminta uang atau proyek tetapi hanya minta agar memberikan fasilitas dalam hal ini surat-surat pelepasan lahan karena masih ditemui kendala itu. Sementara itu Presidium Badan Independen Ketahanan Nasional dan Internasional Pusat (Raden Mas) RM Triharsono mengatakan pihaknya berharap program itu dapat terealisasi sehingga dapat memberikan manfaat untuk masyarakat. “Selain itu dengan adanya program ini otomatis kesehatan di Papua ini bisa berjalan dengan baik, karena kalau masyarakat itu sehat mereka bisa berpikir cerdas dan dapat memberikan ide-ide yang lebih baik, untuk dapat membangun Papua ini ke arah yang lebih baik,” pungkasnya. (Vian)
Share it:
Jayapura, Dharapospapua.com - Badan Ketahanan Nasional dan Internasional (BKNI) RI Provinsi Papua bekerjasama dengan Ikatan Dokter Mandiri Indonesia (IDMI) menggelar sosialisasi survei lokasi dalam rangka program fasilitas kesehatan (Faskes) dan perawatan lanjut usia berbasis wisata ekologi.    Ketua BKNI RI Papua, Ortis Nando Tarai mengatakan, pihaknya menyelenggarakan iven tersebut untuk membuka perencanaan pembangunan fasiliatas kesehatan di 28 Kabupaten dan 1 Kota yang ada di Papua.     “Melihat bahwa pada saat ini masalah kesehatan menjadi masalah yang sangat utama dan masih banyak masyarakat yang memberikan keluhan-keluhan terkait dengan kesehatan mereka,” ujarnya di Hotel @Home Abepura, Senin (02/12/2019).
Ortis Nando Tarai
Jayapura, Dharapospapua.com - Badan Ketahanan Nasional dan Internasional (BKNI) RI Provinsi Papua bekerjasama dengan Ikatan Dokter Mandiri Indonesia (IDMI) menggelar sosialisasi survei lokasi dalam rangka program fasilitas kesehatan (Faskes) dan perawatan lanjut usia berbasis wisata ekologi.

Ketua BKNI RI Papua, Ortis Nando Tarai mengatakan, pihaknya menyelenggarakan iven tersebut untuk membuka perencanaan pembangunan fasiliatas kesehatan di 28 Kabupaten dan 1 Kota yang ada di Papua.

“Melihat bahwa pada saat ini masalah kesehatan menjadi masalah yang sangat utama dan masih banyak masyarakat yang memberikan keluhan-keluhan terkait dengan kesehatan mereka,” ujarnya di Hotel @Home Abepura, Senin (02/12/2019).

Menurut Ortis di Kabupaten-kabupaten memang ada Rumah Sakit (RS) dan juga Puskesmas, tetapi pelayanan kesehatan belum terjangkau dan itu sudah disurvei ke beberapa Kabupaten.

“RS dan Puskesmas yang ada sampai hari ini mereka mempunyai kelengkapan yang terbatas, salah satu yang saya dapat ada ibu hamil yang melahirkan tidak memakai penerangan (lampu listrik) hanya memakai senter HP. Ini hal yang sangat disayangkan,” katanya.

“Oleh sebab itu kami dari Badan ketahanan Nasional dan Inter Nasional Papua bekerja sama dengan Ikatan Dokter Mandiri Indonesia mengelar kegiatan sosialisasi ini,” katanya lagi.

Diungkapkan Ortis katakan, untuk di Papua sendiri rencananya di Kabupaten Keerom ada tiga titik yang sudah direncanakan untuk pembangunan fasilitas kesehatan, selain itu Kota Jayapura yaitu di daerah perbatasan dan juga di Kabupaten Jayapura,

“Untuk Kabupaten Jayapura kami sudah melihat lokasinya, selanjutnya kami akan tindak lanjuti prosesnya kelengkapan surat-suratnya,” imbuhnya.

Ortis berharap, Gubernur Papua untuk memberikan rekomendasi kepada pihaknya terkait dalam kelengkapan administrasi dalam hal ini surat menyurat yang sudah dsampaikan ke dinas-dinas terkait.

“Karena dalam proses pembangunan ini kami sangat butuh surat dari Pemerintah Provinsi Papua dalam hal ini Gubernur Papua, terutama kami minta Gubernur agar menyampaikan kepada para Bupati dan Walikota agar bisa membantu kami dalam surat-surat pelepasan tanah,” ungkapnya sembari menambahkan pihaknya tidak datang untuk meminta uang atau proyek tetapi hanya minta agar memberikan fasilitas dalam hal ini surat-surat pelepasan lahan karena masih ditemui kendala itu.

Sementara itu Presidium Badan Independen Ketahanan Nasional dan Internasional Pusat (Raden Mas) RM Triharsono mengatakan pihaknya berharap program itu dapat terealisasi sehingga dapat memberikan manfaat untuk masyarakat.    “Selain itu dengan adanya program ini otomatis kesehatan di Papua ini bisa berjalan dengan baik, karena kalau masyarakat itu sehat mereka bisa berpikir cerdas dan dapat memberikan ide-ide yang lebih baik, untuk dapat membangun Papua ini ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.
RM Triharsono
Sementara itu Presidium Badan Independen Ketahanan Nasional dan Internasional Pusat (Raden Mas) RM Triharsono mengatakan pihaknya berharap program itu dapat terealisasi sehingga dapat memberikan manfaat untuk masyarakat.

“Selain itu dengan adanya program ini otomatis kesehatan di Papua ini bisa berjalan dengan baik, karena kalau masyarakat itu sehat mereka bisa berpikir cerdas dan dapat memberikan ide-ide yang lebih baik, untuk dapat membangun Papua ini ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

(Vian)
Share it:

Papua

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga