DWP Kota Jayapura Kunjungan Kasih Ke Lapas Perempuan

Doyo, Dharapospapua.com - Menjelang hari Natal tanggal 25 Desember 2019 Dharma Wanita Persatuan (DWP) kota Jayapura melaksanakan salah satu program di akhir tahun dengan menyambangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) perempuan kelas 3 Jayapura di Doyo, Kamis (5/12/2019). Ketua DWP kota Jayapura Ny. J. Siahaya, menurutkan kunjungan kasih yang dilakukan di ini tentu dalam rangka HUT ke-20 tingkat kota Jayapura “Melalui panitia kami melakukan program kunjungan kasih,bersama warga binaan yang ada di Lapas perempuan. Harapan kami ketika berada di Lapas ini ada sesuatu yang mereka ambil dari kunjungan ini” ujarnya. Siahaya mengakui pihaknya menyerahkan bingkisan saat kunjungannya Lapas tersebut walau tidak seberapa nilainya namun ini merupakan bukti kasih kami, “Memang barang yang kami berikan ini tidak seberapa nilainya,namun apa yang dilakukan hari ini adalah bukti kepedulian dan kasih terhadap sesama perempuan,“ katanya. Siahaya minta warga binaan untuk berdoa supaya tempat itu menjadi pertama dan Terakhir. Karena di bulan ini tentu merupakan suatu keharusan hati bersama suami anak untuk memasuki Natal Kristus. “Sesama perempuan DWP dan panitia, kami merasa terpanggil untuk membagi kasih kami kepada ibu-ibu yang ada di tempat ini,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Jayapura, Sarlota Haai mengaku bangga dan bahafia atas kunjungan kasih DWP itu. “Kehadiran ibu-ibu ini tentu untuk berbagi kasih bersama warga binaan, semua orang percaya saat menjalani Minggu Adventus maka dengan kunjungan kasih ini membuat satu penguatan bagi warga binaan saya,” ujarnya. Sarlota mengucapkan terima kasih atas bingkisan yang diserahkan oleh DWP. Dan pihaknya tidak melihat berapa besar biaya dari setiap bingkisan tersebut. “Tetapi hal ini bisa menjadi kebutuhan yang kenapa mereka tidak bisa melakukan ini bisa bermanfaat bagi mereka,” pungkasnya. Sebelumnya Pdt. Justin Mirino, S.Th memimpin kunjungan kasih itu dalam ibadah syukur DWP Kota Jayapura bersama dengan warga binaan Lapas Kelas III setempat dengan ayat renungan Firman Tuhan Matius 11 : 28 : “ Marilah kepada-Ku ssemua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. “Yesus tahu masalah yang dihadapi setiap orang. Masalahnya adalah manusia yang jatuh kedalam dosa dan kita semua adalah orang berdosa,“ungkapnya dalam khotbah. Mirino katakan, hal ini membuat tidak ada pilihan lain yang tujuannya menuju kepada kebinasaan , tapi haruslah bersyukur kasih Allah begitu besar bahkan sebagai manusia tidak bisa melepaskan diri dari dosa, hanya ada satu nama yang bisa melepaskan manusia dari dosa yaitu Tuhan Yesus. “Saya berada di sini sudah 2 tahun 5 bulan di sini banyak masalah, kesedihan, kesusahan menyelimuti kami, tapi saya yakin. Tuhan tidak pernah membiarkan di saat kami tidak mampu dan tidak bisa maka Tuhan itu selalu ada,“ ungkap salah satu warga binaan dalam kesaksiannya. Menurut Warga binaan itu, walaupun mereka sering dimarahi oleh petugas Lapas, namun hal itu dianggap sebagai pelajaran untuk membuat lebih baik lagi ke depan. “Semuanya yang mama Kepala Lapas berikan seperti binaan rohani, membuat saya menjadi kuat, padahal dulunya saya selalu narkoba pagi siang dan malam dan saya tidak bisa tinggalkan itu. namun setelah saya mendapat binaan dan kami dikuatkan dengan firman Tuhan maka semua itu akan saya lewati dengan suka cita,” katanya. “Banyak keinginan untuk membuat saya putus asa, namun saya berdoa dan berusaha tapi Tuhan punya rencana sehingga saya berada sini dan itu rencana Tuhan dan Tuhan mau saya menjadi baru sehingga selama masa hukuman ini saya merasa sukacita walaupun orang tua tidak datang namun saya tidak pernah merasa kekurangan,” katanya menambahkan. Ketua DWP Siahaya, pada kesempatan tersebut memberikan kesaksian hidup yakni tentu hidup itu adalah satu perjuangan dan perjuangan tersebut membutuhkan satu pengorbanan. “Sebagai anak-anak Tuhan tidak ada sesuatu yang kita dapatkan di dunia ini, yang kita tempati hanyalah dari pada Tuhan untuk itu saya mengajak semua kita untuk datang kepada Tuhan setiap mengalami masalah,” pungkasnya. (Har)
Share it:
Doyo, Dharapospapua.com - Menjelang hari Natal tanggal 25 Desember 2019 Dharma Wanita Persatuan (DWP) kota Jayapura melaksanakan salah satu program di akhir tahun dengan menyambangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) perempuan kelas 3 Jayapura di Doyo, Kamis (5/12/2019).    Ketua DWP kota Jayapura Ny. J. Siahaya, menurutkan kunjungan kasih yang dilakukan di Lapas Perempuan Kelas III itu tentu dalam rangka HUT ke-20 tingkat kota Jayapura
Penyerahan bingkisan Kasih secara simbolis
Doyo, Dharapospapua.com - Menjelang hari Natal tanggal 25 Desember 2019 Dharma Wanita Persatuan (DWP) kota Jayapura melaksanakan salah satu program di akhir tahun dengan menyambangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) perempuan kelas 3 Jayapura di Doyo, Kamis (5/12/2019).

Ketua DWP kota Jayapura Ny. J. Siahaya, menurutkan kunjungan kasih yang dilakukan di Lapas Perempuan Kelas III itu tentu dalam rangka HUT ke-20 tingkat kota Jayapura

“Melalui panitia kami melakukan program kunjungan kasih,bersama warga binaan yang ada di Lapas perempuan. Harapan kami ketika berada di Lapas ini ada sesuatu yang mereka ambil dari kunjungan ini” ujarnya.

Siahaya mengakui pihaknya menyerahkan bingkisan saat kunjungannya Lapas tersebut walau tidak seberapa nilainya namun ini merupakan bukti kasih kami,

“Memang barang yang kami berikan ini tidak seberapa nilainya,namun apa yang dilakukan hari ini adalah bukti kepedulian dan kasih terhadap sesama perempuan,“ katanya.

Siahaya minta warga binaan untuk berdoa supaya tempat itu menjadi pertama dan Terakhir. Karena di bulan ini tentu merupakan suatu keharusan hati bersama suami anak untuk memasuki Natal Kristus.

“Sesama perempuan DWP dan panitia, kami merasa terpanggil untuk membagi kasih kami kepada ibu-ibu yang ada di tempat ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Jayapura, Sarlota Haai mengaku bangga dan bahafia atas kunjungan kasih DWP itu.

“Kehadiran ibu-ibu ini tentu untuk berbagi kasih bersama warga binaan, semua orang percaya saat menjalani Minggu Adventus maka dengan kunjungan kasih ini membuat satu penguatan bagi warga binaan saya,” ujarnya.

Sarlota mengucapkan terima kasih atas bingkisan yang diserahkan oleh DWP. Dan pihaknya tidak melihat berapa besar biaya dari setiap bingkisan tersebut.

“Tetapi hal ini bisa menjadi kebutuhan yang kenapa mereka tidak bisa melakukan ini bisa bermanfaat bagi mereka,” pungkasnya.

Sebelumnya Pdt. Justin Mirino, S.Th memimpin kunjungan kasih itu dalam ibadah syukur DWP Kota Jayapura bersama dengan warga binaan Lapas Kelas III setempat dengan ayat renungan Firman Tuhan Matius 11 : 28 : “ Marilah kepada-Ku ssemua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

“Yesus tahu masalah yang dihadapi setiap orang. Masalahnya adalah manusia yang jatuh kedalam dosa dan kita semua adalah orang berdosa,“ungkapnya dalam khotbah.

Mirino katakan, hal ini membuat tidak ada pilihan lain yang tujuannya menuju kepada kebinasaan , tapi haruslah bersyukur kasih Allah begitu besar bahkan sebagai manusia tidak bisa melepaskan diri dari dosa, hanya ada satu nama yang bisa melepaskan manusia dari dosa yaitu Tuhan Yesus.

“Saya berada di sini sudah 2 tahun 5 bulan di sini banyak masalah, kesedihan, kesusahan menyelimuti kami, tapi saya yakin. Tuhan tidak pernah membiarkan di saat kami tidak mampu dan tidak bisa maka Tuhan itu selalu ada,“ ungkap salah satu warga binaan dalam kesaksiannya.

Menurut Warga binaan itu, walaupun mereka sering dimarahi oleh petugas Lapas, namun hal itu dianggap sebagai pelajaran untuk membuat lebih baik lagi ke depan.

“Semuanya yang mama Kepala Lapas berikan seperti binaan rohani, membuat saya menjadi kuat, padahal dulunya saya selalu narkoba pagi siang dan malam dan saya tidak bisa tinggalkan itu. namun setelah saya mendapat binaan dan kami dikuatkan dengan firman Tuhan maka semua itu akan saya lewati dengan suka cita,” katanya.

“Banyak keinginan untuk membuat saya putus asa, namun saya berdoa dan berusaha tapi Tuhan punya rencana sehingga saya berada sini dan itu rencana Tuhan dan Tuhan mau saya menjadi baru sehingga selama masa hukuman ini saya merasa sukacita walaupun orang tua tidak datang namun saya tidak pernah merasa kekurangan,” katanya menambahkan.

Ketua DWP Siahaya, pada kesempatan tersebut memberikan kesaksian hidup yakni tentu hidup itu adalah satu perjuangan dan perjuangan tersebut membutuhkan satu pengorbanan.

“Sebagai anak-anak Tuhan tidak ada sesuatu yang kita dapatkan di dunia ini, yang kita tempati hanyalah dari pada Tuhan untuk itu saya mengajak semua kita untuk datang kepada Tuhan setiap mengalami masalah,” pungkasnya.

(Har)
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga