Jelang Natal dan Tahun Baru PDAM Jayapura Bentuk 5 Tim Siaga

Jayapura, Dharapospapua.com - Menjelang Perayaan hari Natal dan Tahun Baru, PDAM Jayapura telah membentuk 5 tim, yang akan bertugas dan stand by di kantor cabang untuk melayani pengaduan, maupun menjamin kualitas pelayanan kepada pelanggan. Direktur PDAM Jayapura, Entis Sutisna mengatakan tim itu dibentuk karena biasanya pada perayaan Natal dan tahun baru penggunaan air bersih dan air minum cukup banyak sehingga pihaknya memastikan kelancaran distribusi air ke masyarakat. “Untuk mengantisipasi momen keagamaan ini juga, kami telah menyiapkan dua unit mobil tangki air yang siaga sewaktu-waktu jika terjadi kerusakan,“ujarnya, Senin (2/12/2019). Entis katakan pihaknya bakal memastikan kondisi sumber-sumber air, dan hasil pemantauan di lapangan untuk kondisi saat ini memang beberapa intake ada penambahannya kapasitas debit air. “Yang terasa sekarang untuk Kamwolker, sudah kelihatan volume air cukup banyak, artinya sudah bisa dalam kondisi normal," imbuhnya. Menurut Entis, untuk Kojabu juga sudah pada level normal, padahal sebelumnya debit air hanya 185 liter per detik namun sekarang sudah sampai ke angka 235 liter per detik dan itu berarti ada penambahan yang signifikan. “Kondisi ini akan bertahan apabila turun hujan, memang fenomenanya kalau seandainya dalam fluktuasi 2,3 hari tidak ada hujan otomatis debit air kembali terjadi penurunan,” ungkapnya. Dijelaskan Entis, wilayah-wilayah yang masih terjadi penurunan dalam hal kapasitas produksi itu yakni untuk Angkasa intake anafre kondisinya belum ada perubahan yang signifikan awalnya itu ada sekitar 60 liter per detik tapi sekarang hanya 15 liter per detik sehinga menyulitkan pelayanan untuk masyarakat di sana. “Untuk intake entrop yang saat ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak seperti PDAM, Aqua Lala, masyarakat adat. Namun setelah kunjungan ke lapangan dari Dewan Pengawas dan Direksi serta beberapa staf PDAM pada Sabtu lalu, kita telah mendapatkan dukungan dari wakil wali kota Jayapura sebagai ketua dewan pengawas untuk masing-masing memberikan perhatian terhadap masyarakat,” katanya. “Bahkan juga untuk intake entrop yang dimanfaatkan oleh Bintang Mas Aqua Lala dan Odo Dawir, kini mereka telah membantu PDAM untuk sama-sama mengelola intake tersebut. Sehingga ada penambahan debit air yang awalnya kering, bahkan sisa sampai 10 liter per detik dan sekarang bisa bertambah sekitar 25 liter/detik, sehingga menyebabkan beberapa hari ini pelayanan di Hamadi dan terutama di belakang Terminal entrop pasar pada malam hari ada penambahan sehingga lebih optimal,” katanya menambahkan. Entis mengakui ketergantungan terhadap curah hujan cukup tinggi. “Kalau misalkan dalam 1 minggu tidak ada hujan, otomatis terjadi drop air ke masyarakat terutama pelanggan,“pungkasnya. (Har)
Share it:
Jayapura, Dharapospapua.com - Menjelang Perayaan hari Natal dan Tahun Baru, PDAM Jayapura telah membentuk 5 tim, yang akan bertugas dan stand by di kantor cabang untuk melayani pengaduan, maupun menjamin kualitas pelayanan kepada pelanggan.    Direktur PDAM Jayapura, Entis Sutisna mengatakan tim itu dibentuk karena biasanya pada perayaan Natal dan tahun baru penggunaan air bersih dan air minum cukup banyak sehingga pihaknya memastikan kelancaran distribusi air ke masyarakat.    “Untuk mengantisipasi momen keagamaan ini juga, kami telah menyiapkan dua unit mobil tangki air yang siaga sewaktu-waktu jika terjadi kerusakan,“ujarnya, Senin (2/12/2019).
Direktur PDAM Jayapura, Entis Sutisna
Jayapura, Dharapospapua.com - Menjelang Perayaan hari Natal dan Tahun Baru, PDAM Jayapura telah membentuk 5 tim, yang akan bertugas dan stand by di kantor cabang untuk melayani pengaduan, maupun menjamin kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Direktur PDAM Jayapura, Entis Sutisna mengatakan tim itu dibentuk karena biasanya pada perayaan Natal dan tahun baru penggunaan air bersih dan air minum cukup banyak sehingga pihaknya memastikan kelancaran distribusi air ke masyarakat.

“Untuk mengantisipasi momen keagamaan ini juga, kami telah menyiapkan dua unit mobil tangki air yang siaga sewaktu-waktu jika terjadi kerusakan,“ujarnya, Senin (2/12/2019).

Entis katakan pihaknya bakal memastikan kondisi sumber-sumber air, dan hasil pemantauan di lapangan untuk kondisi saat ini memang beberapa intake ada penambahannya kapasitas debit air.

“Yang terasa sekarang untuk Kamwolker, sudah kelihatan volume air cukup banyak, artinya sudah bisa dalam kondisi normal," imbuhnya.

Menurut Entis, untuk Kojabu juga sudah pada level normal, padahal sebelumnya debit air hanya 185 liter per detik namun sekarang sudah sampai ke angka 235 liter per detik dan itu berarti ada penambahan yang signifikan.

“Kondisi ini akan bertahan apabila turun  hujan, memang fenomenanya kalau seandainya dalam fluktuasi 2,3 hari tidak ada hujan otomatis debit air kembali terjadi penurunan,” ungkapnya.

Dijelaskan Entis, wilayah-wilayah yang masih terjadi penurunan dalam hal kapasitas produksi itu yakni untuk Angkasa intake anafre kondisinya belum ada perubahan yang signifikan awalnya itu ada sekitar 60 liter per detik tapi sekarang hanya 15 liter per detik sehinga menyulitkan pelayanan untuk masyarakat di sana.

“Untuk intake entrop yang saat ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak seperti PDAM, Aqua Lala, masyarakat adat. Namun setelah kunjungan ke lapangan dari Dewan Pengawas dan Direksi serta beberapa staf PDAM pada Sabtu lalu, kita telah mendapatkan dukungan dari wakil wali kota Jayapura sebagai ketua dewan pengawas untuk masing-masing memberikan perhatian terhadap masyarakat,” katanya.

“Bahkan juga untuk intake entrop yang dimanfaatkan oleh Bintang Mas Aqua Lala dan Odo Dawir, kini mereka telah membantu PDAM untuk sama-sama mengelola intake tersebut. Sehingga ada penambahan debit air yang awalnya kering, bahkan sisa sampai 10 liter per detik dan sekarang bisa bertambah sekitar 25  liter/detik, sehingga menyebabkan beberapa hari ini pelayanan di Hamadi dan terutama di belakang Terminal entrop pasar pada malam hari ada penambahan sehingga lebih optimal,” katanya menambahkan.

Entis mengakui ketergantungan terhadap curah hujan cukup tinggi.

“Kalau misalkan dalam 1 minggu tidak ada hujan, otomatis terjadi drop air ke masyarakat terutama pelanggan,“pungkasnya.

(Har)
Share it:

Kota Jayapura

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga