Perjalanan DPO Korupsi Jamkespa RSUD Asmat Berakhir di Aru

Perjalanan terpidana dr. Steren Silas Samberi yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus korupsi Anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat Papua (Jamkespa) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Tahun Anggaran 2012 akhirnya berakhir.
Share it:
DPO Kejari Merauke, dr. Steren Silas Samberi (baju merah).yang berhasil dieksekusi di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku
Dobo, Dharapospapua.com – Perjalanan terpidana dr. Steren Silas Samberi yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) atas kasus korupsi Anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat Papua (Jamkespa) pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Tahun Anggaran 2012 akhirnya berakhir.

Dokter PTT di RS Kabalsiang Benjuring Kecamatan Aru Utara Timur yang merupakan buronan Kejaksaan Negeri Merauke itu berhasil dieksekusi pada Rabu malam (4/12/219).

Steren dieksekusi saat berada di Caffe Euforia, tepatnya depan lapangan Yos Sudarso, Dobo , Kabupaten Kepulauan Aru, Provinsi Maluku.

Ia masuk DPO berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 394 K/Pidsus/2017 dan surat bantuan pencarian orang/penangkapan terpidana nomor: R-161/R.1.15/fu.1/12/2019.

Ketua Tim Intelijen Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru, Hardy, SH, MH selaku eksekutor mengaku jika pihaknya telah memantau keberadaan dr. Steren Silas Samberi.

"Terpidana atas nama dr. Steren Silas Samberi selama ini menjadi DPO Kejaksaan Negeri Merauke," akuinya membenarkan.

Dirincikan, terpidana dr. Steren Silas Samberi, pria kelahiran Jakarta, 10 Februari 1980 merupakan mantan Plt Direktur RSUD Kabupaten Asmat.

Yang bersangkutan tersangkut perkara tindak pidana korupsi penyalahgunaan anggaran Jamkespa pada Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Asmat T.A 2012.

Sementara itu, Kepala Kejari Merauke I Wayan Sumertayasa yang dihubungi Dhara Pos melalui telepon selulernya, Kamis (5/12/2019) membenarkan adanya penangkapan terhadap salah satu DPO kasus korupsi di Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku.

“Terpidana atas nama Seran Silas Sambari, ini mantan Diretur RSUD Kabupaten Asmat 2012. Yang bersangkutan terlibat dalam tindak pidana korupsi dana Jamkespa yang menimbulkan karugian negara sebesar Rp630 juta,” urainya.

Diakui Wayan, posisi terpidana sebelumnya adalah ditahan saat dalam melakukan upaya hukum namun kemudian dibebaskan karena masa penahananan sudah habis.

Waktu itu putusan akhirnya tahun 2017 yang bersangkutan divonis penjara selama 5 tahun dengan denda Rp200 juta subsider 6 bulan. Kemudian diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp630.616.395 atau subsider 3 tahun penjara.

“Saat ada putusan inkrah, kami lakukan pencarian yang bersangkutan karena alamat saat sidang itu di Manado. Kemudian kira-kira akhir November kemarin kami dapat informasi yang bersangkutan berada di Dobo sehingga kami koordinasikan dengan Kejari setempat untuk membantu melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan,” akuinya.

Pihaknya lanjut Wayan, langsung mengutus Kasiepidsus Kejari Merauke Sami Rumpaisum berangkat ke Dobo untuk memastikan eksekusi tersebut.

“Sesuai keputusan pengadilan bahwa yang bersangkutan kita eksekusi dan kita masukan ke Lapas Kelas II B Abepura di Kota Jayapura,” tegasnya.

Wayan juga pada kesempatan itu, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Kajari Dobo dan jajaran yang telah membantu pihaknya dalam mengeksekusi terpidana.

Pantauan Dhara Pos di Bandara Gwamar Dobo, Jumat (6/12/2019) siang, dr. Steren Silas Samberi dalam pengawalan petugas langsung di eksekusi ke Papua menggunakan pesawat Wings Air menuju Jayapura melalui Ambon dan terlebih dahulu transit di Makassar.

(Jef)
Share it:

Hukum dan Kriminal

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga