Polisi Ringkus 2 Pelaku Bom Ikan di Supiori

Dua warga Supiori berinisial HS dan YA yang diduga menjadi pelaku pengeboman ikan di wilayah itu berhasil diringkus polisi setempat.
Share it:
Sejumlah barang bukti yang berhasil disita Polisi dari kedua terduga pelaku bom ikan
Supiori, Dharapospapua.com – Dua warga Supiori berinisial HS dan YA yang diduga menjadi pelaku pengeboman ikan di wilayah itu berhasil diringkus polisi setempat.

Selama ini, keduanya dinilai meresahkan para nelayan di daerah itu.

Penangkapan tersebut bermula adanya laporan dari masyarakat tentang aksi pengeboman ikan ke Polres Supiori, Sabtu (8/2/2020).

Menerima laporan itu, Kasubag Humas AKP Tony Setia Edy dengan sigap membentuk tim untuk melakukan penangkapan kedua warga terduga pelaku.

AKP Tony bersama anggota Polairud, anggota Reskrim dan anggota piket penjagaan langsung mendatangi TKP yang berada di Selat Masram, Distrik Supiori Timur.

Awalnya, tim tidak mendapati para terduga pengebom ikan.

Namun dengan bantuan informasi dari salah satu saksi yang dirahasiakan namanya, anggota Polres Supiori berhasil menangkap kedua terduga pengebom ikan berinisial HS (40) di Kampung Duber Distrik Supiori Timur dan YA (53).

Saat penangkapan, juga ditemukan barang bukti berupa bom ikan di dalam perahu.

Sejumlah barang bukti turut disita seperti ikan diduga hasil pengeboman sebanyak 50 ekor dan 4 buah bom rakitan sisa dari yang telah diledakkan.

Kemudian, sebuah serok dan 2 korek api gas yang berceceran serta 2 pasang kaca selam.

Selanjutnya, kedua tersangka bersama barang bukti dibawa ke Polres Supiori untuk menjalani proses selanjutnya.

Kapolres Supiori AKBP I Made Budi Darma SE mengakui aksi penangkapan ikan dengan cara mempergunakan bahan peledak sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Disamping itu juga, merusak biota laut yang pada akhirnya sangat mengganggu ekosistem,” akuinya.

Untuk itu, guna menjaga perairan di wilayah Polres Supiori, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat.

Kapolres memastikan akan mengambil tindakan tegas kepada para pelaku mengingat banyaknya laporan tentang nelayan yang menangkap ikan dengan cara menggunakan bom.

“Saya akan tindak dengan tegas sesuai dengan hukum yang berlaku. Dan untuk sementara ini, mereka akan dikenakan Pasal 1 Ayat ( 1 ) dan ayat ( 3 ) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tantang bahan peledak. Tetapi tidak menutup kemungkinan akan dikenakan pasal tindak pidana  lingkungan hidup. Kita tunggu perkembangan penyidikan yang sedang kami lakukan," tegasnya.

(Hend DK)
Share it:

Hukum dan Kriminal

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga