Tak Bisa Turun di Biak, 77 Penumpang Jalani Karantina di 2 Kapal

Sebanyak 77 Penumpang dua kapal perintis yang hendak turun di dermaga Biak terpaksa mengurungkan niatnya.
Share it:
Dua kapal penumpang gagal bersandar di Biak karena larangan dari Pemerintah setempat  
Biak, Dharapospapua.com – Sebanyak 77 Penumpang dua kapal perintis yang hendak turun di dermaga Biak terpaksa mengurungkan niatnya.

Kedua kapal tersebut KMP Mamberamo Foja berpenumpang  29 orang dari Mamberamo Raya dan KM Sabuk Nusantara 63 berpenumpang 48 orang beserta Anak Buah kapal (ABK) sebanyak 20 orang yang tiba di pelabuhan Biak dilarang menurunkan penumpang ke dermaga setempat, Minggu (29/03/2020).

Pantauan media ini, Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap menegaskan, untuk sementara  penumpang  tersebut dikarantina diatas kapal yang berlabuh jauh dari Pelabuhan Biak.

Berbagai kebutuhan makanan para penumpang akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, dengan catatan penumpang mengikuti anjuran pemerintah.

“Saya berharap semua penumpang memahami kebijakan yang diambil oleh Pemerintah. Untuk sementara bapak, ibu, kakak, adik dan semua tanpa terkecuali diatas kapal memahami kebijakan ini. Tentang kebutuhan, saya pastikan semua dijamin, pinang pun akan saya berikan,” janjinya.
Karantina sementara diatas kapal, segala kebutuhan  mulai dari makanan dan lainnya ditanggung oleh Pemkab Biak Numfor.

Bahkan hingga Senin (30/3/2020) dini hari, Bupati masih menemui para penumpang guna memastikan jaminan kebutuhan makanan dan meminta untuk sementara mengikuti anjuran Pemerintah.

Hal ini dilakukan mengingat ada larangan masuknya kapal dan pesawat ke Biak atau penghentian sementara arus lalu lintas perhubungan laut dan udara sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19), 

Juga kesepatakan Gubernur Perovinsi Papua, jajaran kepala daerah (Bupati/Wali Kota se-Papua), jajaran Forkopimda, tokoh agama dan semua pihak terkait di Jayapura beberapa hari sebelumnya.

Keesokan paginya, Senin (30/3/2020) tim kesehatan dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Biak Numfor, melakukan pemeriksaan kesehatan di atas kapal.

“Kita naik dari Manokwari, petugas izinkan naik ke atas kapal dengan alasan memiliki KTP Biak,” aku sorang penumpang yang tidak mau menyebutkan namanya.

Menurut Bupati Herry, ia bisa saja menolak langsung kedua kapal itu untuk tidak sandar dan memulangkan kembali penumpang diatasnya.  Namun karena sejumlah pertimbangan kemanusiaan, semua ber-KTP Biak dan membawa sejumlah barang jualan seperti langsat dan lainnya sehingga dipertimbangkan dengan catatan.

Salah satunya, untuk sementara dikarantina diatas kapal, dilakukan pemeriksaan dan artinya tidak boleh turun langsung ke daratan.

“Kadang-kadang menjadi pemimpin dilema, namun selaku Bupati saya juga harus melakukan yang terbaik meskipun itu akan mendapat teguran. Pro dan kontra soal kebijakan pasti ada, namun saya kembali mengajak seluruh masyarakat dan siapa saja untuk mendukung upaya-upaya pencegahan virus Corona yang terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor,” tutur Bupati Herry

Terkait dengan masuknya dua kapal perintis itu, Bupati yang didampingi Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta, Dandim 1708/BN Letkol. Inf. Ricardo Siregar, Sekda Biak Numfor Markus O. Masnembra dan sejumlah pejabat lainnya sejak Minggu (29/3/2020) memantau langsung perkembangan di pelabuhan.

Sekedar diketahui, bahwa Pemerintah daerah di Papua, termasuk Biak Numfor untuk sementara menutup arus lalu lintas perhubungan baik di bandara maupun di pelabuhan kecuali kapal atau pesawat cargo yang membawa kebutuhan masyarakat.

Sementara untuk kapal dan pesawat komersial sama sekali tidak diperkenankan.

“Sekali lagi saya sampaikan, bahwa mari kita mendukung Pemerintah dalam mencegah masuknya virus Corona. Kalau kita cinta Kabupaten Biak Numfor maka ikuti anjuran pemerintah. Mari kita sama-sama lakukan perlawanan terhadap penyebaran virus Corona ini,” tukasnya.

(Hend DK)
Share it:

Daerah

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga