Gara-gara Miras, Remaja di Pulau Numfor Habisi Bocah 9 Tahun

Kabupaten Biak tepat masyarakat di Pulau Numfor sempat digegerkan dengan ditemukannya bocah berusia 9 tahun yang diduga menjadi korban pembunuhan.
Share it:
Kapolres Biak Numfor, AKBP Mada Indra Laksanta, SIK, M.S saat memberikan keterangan ketetangan pers, menghadirkan pelaku dan barang bukti
Biak, Dharapospapua.com – Masyarakat Kabupaten Biak tepatnya di Pulau Numfor sempat digegerkan dengan penemuan bocah berusia 9 tahun yang diduga menjadi korban pembunuhan.

Minuman keras (Miras) diduga jadi pemicu aksi pembunuhan itu.

Terungkap, seorang remaja berinisial DRP (20) menjadi pelaku pembunuhan bocah inisial EAM (9) di Distrik Bruyadori, Numfor Timur, Kamis, (2/1/2020)).

Kapolres Biak Numfor, AKBP Mada Indra Laksanta, SIK, M.Si dalam keterangan persnya kepada awak media di Biak, Senin (30/03/2020) menyebutkan kasus pembunuhan ini terjadi pada Kamis (2/1/2020) di Distrik Bruyadori, Numfor Timur, Kabupaten Biak Numfor.

Dinyatakan sesuai laporan Polisi LP 01 .I.2020/Papua ResBiak. Sektor Numfor Timur Tanggal 03 Januari 2020, awalnya tentang penemuan mayat. Dan setelah dilidik, ditemukan barang bukti berupa baju korban

Sesuai kronologisnya dijelaskan, pada Kamis (2/1/2020) tersangka pamit dari teman- temannya yang sedang pesta miras, kemudian pulang kerumahnya di Dusun Mansamar, Kampung Duwai.

Tersangka kemudian hendak menaiki sebuah pohon jambu dan diatas pohon jambu telah berada korban.

“Kemudian korban turun dan melempari tersangka dengan jambu. Tak terima dilempari, tersangka balas melempari korban dengan petasan korek yang telah dibakar dan meledak didepan korban,” urai Kapolres.

Tak sampai disitu, tersangka emosi dan turun mengejar korban hingga ke pinggiran hutan. Tersangka langsung memukul korban sehingga terjatuh dan pingsan.

“Korban dipukul dibagian wajah sebelah kiri dan diseret sejauh 15 meter dengan memegang mulut menggunakan tangan kiri. Tersangka menyadari ketika korban sadar, kembali tersangka melakukan penganiayaan dengan mengambil pisau didalam kantong celananya dan menusuk korban pada bagian leher sebanyak 3 kali dan tersangka juga mengambil batu dan memukul bagian kepala korban,” sambungnya.

Dijelaskan Kapolres, Kepolisian sudah melakukan pengungkapan dan penemuan mayat tersebut adalah kasus pembunuhan. Kepolisian langsung memulai penyelidikan, mengunpulkan barang bukti dan melengkapi berkas.

“Oleh karena tersangka sempat melarikan diri ke Manokwari, Papua Barat  maka penyelidikan dilaksanakan kurang lebih selama 80 hari. Didalam kampung sebenarnya mereka tahu, namun tidak memberitahukan informasi itu kepada kita,” akuinya.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat agar patuh kepada hokum dan bekerjasama sebagai mitra Kepolisian.

“Jadi untuk pelaku kejahatan, jangan ditutup-tutupi,” imbaunya.

Oleh karena perbuatannya ini, pelaku di jerat Pasal 80 Ayat 3 UUD RI Nomor 17 thn 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Kepada para orang tua, saya berpesan untuk memperhatikan anaknya agar tidak mengkonsumsi miras, sebab kedepan Polres dan Pemda Biak akan melakukan pengawasan yang ketat terhadap penjualan miras,” tegas Kapolres.

(Hend DK)
Share it:

Hukum dan Kriminal

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga