Kakanwil BPN Papua Barat Terbitkan 4 Sertifikat BMN bagi SKK Migas-KKKS

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua Barat dan Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Sorong, pada Jumat (7/8/2020), menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional hulu migas di wilayah itu.
Share it:
Penyerahan sertifikat hak atas tanah untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional hulu migas di wilayah Papua Barat

Sorong, Dharapospapua.com - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Papua Barat dan Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Sorong, pada Jumat (7/8/2020), menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk mendukung kelancaran kegiatan operasional hulu migas di wilayah itu.

Penyerahan 4 sertifikat tanah status Hak Pakai Lahan yang terletak di kelurahan Klayas dan Arar, dengan total luas tanah mencapai lebih dari 129 Hektar, merupakan bagian dari dukungan nyata Kementerian Agraria & Tata Ruang dan BPN (Kementerian ATR/BPN) untuk kegiatan hulu migas.

Kakanwil BPN Provinsi Papua Barat, Arius Yambe, SH, MMT menyatakan kepastian hukum status hak atas tanah, utamanya setelah dimilikinya sertifikat penguasaan, bisa menjadi salah satu keuntungan investor dalam terus berkegiatan di Papua Barat.

“Hukum Tanah Nasional, Hak Tanah dan Pendaftaran Tanah merupakan hal yang penting untuk mewujudkan visi integrasi penerapan sistem pertanahan oleh Kementerian ATR//BPN hingga tahun 2025” jelasnya dalam penyampaiannya.

Kantah Kabupaten Sorong, Subur S. SiT, yang turut menyampaikan sosialisasi melalui paparannya,  menekankan pentingnya pemahaman atas subjek hak atas tanah, asal hak tanah, serta perbedaan perbedaan atas status hak pakai tanah.

“Pemberiaan status/sertifikat hak atas tanah diberikan kewenangan secara berjenjang, dimulai dari Kantah, Kakanwil hingga Menteri ATR/BPN berdasarkan Peraturan Kepala BPN No 2. Tahun 2013,” urainya.

Foto bersama seusai penyerahan sertifikat BMN 
Dalam kegiatan operasional hulu migas yang telah berlangsung cukup lama di Kota/Kabupaten Sorong, sejak jaman penjajahan Belanda, tentunya aset-aset kegiatan perminyakan, perlu mendapatkan kepastian hukum sebagai bukti legalitas penguasaanya.

Kepala Departemen Humas Perwakilan SKK Migas Pamalu, Galih Agusetiawan, membenarkan bahwa seluruh aset, termasuk aset pertanahan untuk kegiatan hulu migas, asetnya akan dicatatkan menjadi Barang Milik Negara (BMN), sesuai Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia melalui PMK No. 89/PMK.06/2019 tentang Pengelolaan BMN yang berasal dari pelaksanaan Kontrak Kerja Sama Kegiatan hulu minyak dan gas bumi.

“Kami berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Kakanwil BPN Propinsi Papua Barat, yang selalu berupaya mendukung proses proses pengadaan tanah dan penerbitan sertifikat tanah yang akan digunakan untuk kegiatan kepentingan umum hulu migas, tidak hanya di Kabupaten Sorong, namun juga di Kabupaten Teluk Bintuni dalam kesempatan lainnya,” tukasnya.

(dp-18)
Share it:

Utama

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga