Pelaku Pembunuhan di Biak Terancam 20 Tahun Penjara

Ancaman hukuman 20 tahun penjara kini menanti pelaku pembunuhan di Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Share it:

Kapolres Biak Numfor Andi Yoseph Enoch, SIK (tengah) saat konferensi pers

Biak, Dharapospapua.com - Ancaman hukuman 20 tahun penjara kini menanti pelaku pembunuhan di Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Tersangka CLK (38), warga Kampung Sorido, Distrik Biak Kota sebelumnya dilaporkan telah menghabisi nyawa SB (41) berstatus PNS, warga Kampung Biniki, Distrik Supiori Selatan, Kabupaten Supiori.

Kapolres Biak Numfor Andi Yoseph Enoch, SIK menjelaskan, pelaku telah melakukan tindak pidana menghilangkan nyawa orang dengan direncanakan terlebih dahulu hingga mengakibatkan kematian.

“Motif cemburu diduga jadi pemicu pelaku menghabisi nyawa korban. Korban diduga selingkuh dengan istri pelaku,” demikian disampaikannya saat menggelar konferensi pers di Mapolres Biak, Rabu (7/4/2021).

Polisi, lanjut Kapolres, telah meminta keterangan dari 8 orang saksi.

Aksi pembunuhan terjadi di sekitar Kampung Samau, tepatnya di bekas gudang Biak Mina Jaya (BMJ), Distrik Biak Kota, pada 18 Maret 2021 lalu sekitar pukul 19.30 Wit.

“Berdasarkan kronologis, awalnya MFW yang merupakan istri tidak sah pelaku baru pulang dari Supiori setelah beberapa hari pergi dengan alasan berjualan sayur. Kepergian itu membuat pelaku curiga istrinya ada bermain di belakangnya. Saat itu pelaku marah dan melakukan penganiayaan terhadap istrinya itu berulang kali,” ungkap Kapolres.

Puncaknya pada 15 Februari 2021 di pagi hari tersangka kembali menganiaya istrinya hingga akhirnya MFW mengakui benar telah melakukan perselingkuhan dengan seorang PNS Kabupaten Supiori berinisial SB.

Tersangka saat itu langsung meminta nomor Hp SB untuk dihubungi namun tidak aktif.

Karena tidak tahan, akhirnya MFW kabur pada sore harinya menggunakan KM. Masirei dengan tujuan Serui.

“Sempat tersangka kejar ke Serui tapi tidak berhasil menemukan MFW. Pelaku pulang kembali ke Biak. Tersangka sempat kembali lagi ke Serui tapi tidak juga menemukan MFW hingga akhirnya pulang ke Biak,” tutur Kapolres.

Karena tidak juga berhasil menemukan MFW, pelaku kemudian memutuskan berangkat ke Supiori, Selasa (16/3/2021) dengan tujuan mencari SB.

Tersangka sempat menemui beberapa orang dengan mendatangi kantornya di Kabupaten Supiori tetapi penyampaian pegawai yang ditemui di sana bahwa SB berada di Biak.

Tersangka juga sempa mendapatkan nomor Hp SB namun nomor tersebut sama dengan nomor yang pernah diberikan oleh MFW.

Terus mencari, lanjut Kapolres, pada (18/03/2021) sekitar jam 18 WIT tersangka kembali menghubungi nomor Hp SB dan ternyata aktif bahkan langsung dijawab korban.

Oleh tersangka yang saat itu berbicara seolah-olah kenal dan mengajak korban untuk minum minuman keras sehingga korban percaya dan menjemput tersangka.

“Singkat cerita ketika itu tersangka berhasil memancing korban menceritakan hubungannya dengan MFW. Lalu muncul niat tersangka menghabisi korban dengan alasan meminta korban mengantar tersangka ke rumah mengambil jaket dan Hp. Tersangka juga menyisipkan parang di pinggang dan menutupnya dengan jaket,” urainya lagi.

Kemudian tersangka mengelabui korban dengan mengajak minum miras bersama di dalam hutan.

Saat korban hendak memarkirkan motornya, seketika tersangka menebas kepala belakang korban sehingga korban terjatuh. Namun korban sempat melawan dengan merebut parang tersangka yang mengakibatkan kedua tangannya mengalami luka.

“Setelah itu pelaku berhasil memukul korban jatuh dan langsung melakukan tikaman dan tebasan membabi buta yang mengakibatkan korban tidak bergerak,” beber Kapolres.

Kemudian tersangka menjemput dan memaksa anaknya untuk membantu dengan menyewa mobil dan membawa korban ke Gunung Batu-batu berdekatan dengan TPA yang merupakan daerah kuburan keluarga dan mengubur korban di sana.

“Dan dari pemeriksaan luar terhadap tubuh korban ditemukan sebanyak kurang lebih 40 bekas sabetan dan tusukan benda tajam,” rincinya.

Berdasarkan tindak pidana peristiwa yang terjadi maka tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP/pembunuhan berencana, dengan ancaman 20 tahun penjara, subsider Pasal 338 KUHP/pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara dan lebih sudsider Pasal 351 ayat 3 / aniaya yang mengakibatkan mati dengan ancaman 7 tahun penjara.

(Hend DK)

Share it:

Hukum dan Kriminal

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga