Pelaku Pencurian HP dengan Kekerasan Terancam 9 Tahun Penjara

Kasubag Humas Iptu Padan Purba mengatakan, pelaku pencurian Hp dengan kekerasan dipersangkakan atas Pasal 365 ayat 1 KUHP/pencurian dengan kekerasan,
Share it:

Kasubag Humas Polres Biak Numfor Iptu Padan Purba saat menyampaikan konferensi pers terkait kasus penikaman di samping kantor Dewan Adat Biak, Rabu (7/4/2021)

Biak, Dharapospapua.com – Kasubag Humas Iptu Padan Purba mengatakan, pelaku pencurian Hp dengan kekerasan dipersangkakan atas Pasal 365 ayat 1 KUHP/pencurian dengan kekerasan, yang
ancamannya 9 tahun penjara. 

Hal ini disampaikan saat menggelar konferensi pers di Mapolres Biak, Rabu (7/4/2021).

Korban adalah anak perempuan inisial JMV (17) berprofesi sebagai mahasiswi yang beralamat di Kampung Yafdas, Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor. 

Sedangkan pelakunya adalah anak laki-laki inisial AM (17), alamat Kampung Bow, Kelurahan Saramom, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor.  

Pelaku juga diketahui beralamat di Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Sorong Kota, Kota Sorong Provinsi Papua Barat.

Menurut keterangan 3 orang saksi, motif dari aksi ini adalah ingin menguasai barang milik korban.

Sesuai kronologisnya, pada Sabtu (3/4/2021), kejadian tindak pidana pencurian bermula saksi NJW hendak membeli barang di kios. 

Saat NJW melewati gapura Kampung Bow, ia dipanggil oleh saksi CR maka anak seksi NJW berhenti di depan saksi CR dan  saksi AM. 

Kemudian AM meminta bantuan kepada NJW untuk diantar ke taman Mandouw. 

"Saksi NJW menyetujuinya, maka AM menaiki sepeda motor lalu mengendarainya seraya menyuruh saksi CR untuk tinggal ditempat,” ungkap  Ibtu Padan Purba.

Sesampainya di Kampung Yafdas, AM melihat korban JMV sedang memegang 1 unit handphone di tangan kiri sambil mengendarai motor. 

AM pun mengikuti sepeda motor yang dikendarai JMV dari belakang. 

Saat berada di depan SD Inpres Yafdas, AM langsung mendekat ke arah korban. 

Tepat di sebelah kiri sepeda motor yang dikendarai korban, AM langsung merampas handphone dari tangan korban yang saat itu memegang satu unit handphone di tangan kirinya.

“Setelah berhasil merebut satu unit handphone milik korban, AM menambah kecepatan motor hingga di depan kantor Kodim. AM kemudian membelokkan motornya kembali ke arah Desa Yafdas,” jelas  Iptu Purba.

Saat melintas di Jalan Sisingamangaraja tepatnya di depan Paskhas, AM melihat SR sementara memegang satu unit handphone. 

Ia langsung mengikuti SR yang sedang dibonceng oleh D lalu AM mendekati sepeda motor tersebut dari sebelah kanan lalu merampas satu unit handphone milik SR. 

Tak terima, D dan SR langsung mengejar AM hingga melintasi Jalan Jakarta.

AM kemudian mengulurkan tangannya ke belakang untuk memberikan satu unit handphone ke NJW namun NJW melepasnya karena menolak menerima handphone itu.

Tiba-tiba, AM dan  NJW dikejar oleh seseorang yang tidak dikenal lalu mendekat dan menendang sepeda motor yang dikendarai AM. 

Setelah itu, AM melompat dari sepeda motor sehingga menyebabkan NJW terjatuh bersama sepeda motor. AM berlari meninggalkan NJW ke Kampung Bow.

“Kemudian seseorang tidak dikenal tersebut berhenti dan menangkap saksi NJW tidak lama kemudian datanglah D dan SR. Setelah itu, saksi NJW diamankan ke kantor polisi," sambung Iptu Purba. 

Akibat perbuatannya, AM dijerat Pasal 365 ayat 1 KUHP /pencurian dengan kekerasan.

"Ancamannya 9 tahun penjara," tukasnya.

(Hend DK) 

Share it:

Hukum dan Kriminal

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga