Pelaku Penikaman di Samping Kantor Dewan Adat Biak, Terancam 2,8 Bulan Penjara

Kasubag Humas Polres Biak Numfor Iptu Padan Purba mengatakan, pelaku penikaman di samping kantor Dewan Adat Biak terjerat Pasal 351 ayat 1 KUHP tentan
Share it:

Kasubag Humas Polres Biak Numfor Iptu Padan Purba saat menyampaikan konferensi pers terkait kasus penikaman di samping kantor Dewan Adat Biak, Rabu (7/4/2021)

Biak, Dharapospapua.com – Kasubag Humas Polres Biak Numfor Iptu Padan Purba mengatakan, pelaku penikaman di samping kantor Dewan Adat Biak terjerat Pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara. 

Hal itu disampaikannya saat menggelar konferensi pers di Mapolres Biak, Rabu (7/4/2021).

Tersangka pria berinisial GPB (28) yang berstatus mahasiswa beralamat  di Jalan Raya Sorendiweri Distrik Supiori Timu, Kabupaten Supiori. 

Sedangkan korban adalah wanita inisial ILI (21) mahasiswi yang beralamat di kampung Mnurwar Tanjung Barari, Distrik Oridek, Kabupaten Biak Numfor. 

Pada kasus ini sudah diperiksa saksi sebanyak 5 orang dan sudah dimintai keterangan, dan yang menjadi motif penikaman adalah tersangka cemburu terhadap korban.

Aksi pelaku dilakukan pada Rabu (10/4/2021) sekitar pukul 22.30 Wit.  

"Tersangka dan korban sudah pernah tinggal bersama tanpa adanya ikatan perkawinan sekitar 5 bulan dan selama itu korban sering mengalami penganiayaan yang menyebabkan korban lari meninggalkan tersangka,” ungkap Iptu P Purba.

 Ditambahkan, tersangka kemudian berusaha untuk mengajak korban kembali dengan meminta bantuan temannya menghubungi nomor Hp korban. Tujuannya agar dapat bertemu dengan korban. 

“Ketika keduanya bertemu, tersangka langsung melakukan penganiayaan dengan cara menendang korban mengenai tubuh bagian belakang. Selanjutnya mengayunkan /menikam korban dengan menggunakan alat bantu berupa 1 buah pisau lipat yang dipegang pada tangan kanan tersangka sebanyak 1 kali  ke arah tubuh korban mengenai pada bagian pundak sebelah kiri belakang sehingga korban berteriak meminta bantuan ke arah rumah warga di sekitar tempat kejadian,” tutur Iptu Purba.

Dijelaskan, dari kejadian penganiayaan ini menyebabkan luka sobek pada pundak kiri belakang dan pada lengan tangan kanan korban dan sempat di opname di RSUD setempat.

Akibat penganiayaan ini korban terjerat Pasal 351 ayat 1 kuhp/aniaya ancaman 2 tahun 8 bulan penjara

(Hend DK)

Share it:

Hukum dan Kriminal

Masukan Komentar Anda:

0 comments:

Olahraga